
Jakarta, hariandialog.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) senyap di wilayah Sumatra Utara. Dalam operasi tersebut, tim penindak KPK berhasil mengamankan tujuh orang, yang salah satunya merupakan Kepala Daerah aktif, yakni Bupati Langkat.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi adanya kegiatan tangkap tangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa ketujuh orang yang diamankan memiliki latar belakang yang bervariasi, mulai dari pejabat publik hingga pihak swasta.
“Bahwa dalam peristiwa tangkap tangan tersebut, tim penyelidik mengamankan sejumlah tujuh orang. Satu orang merupakan penyelenggara negara, satu orang merupakan ASN di Kabupaten Langkat, dan lima orang lainnya merupakan pihak swasta,” ujar Budi Prasetyo dalam keterangan resminya.
Operasi senyap ini dilakukan di beberapa titik strategis di wilayah Sumatra Utara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim KPK bergerak menyisir tiga wilayah sekalgus guna mengamankan para terduga pelaku.
Selain mengamankan para terduga pelaku, tim KPK juga berhasil menyita sejumlah barang bukti di lokasi. Petugas menemukan uang tunai dalam jumlah besar yang diduga kuat merupakan pemulus proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.
“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai senilai ratusan juta rupiah, yang diduga merupakan bagian dari fee proyek yang diberikan oleh pihak swasta kepada Bupati,” tambah Budi.
Saat ini, para pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim lembaga antirasuah guna menentukan status hukum mereka dalam waktu 1×24 jam. KPK berjanji akan segera menyampaikan perkembangan lebih lanjut mengenai status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi ini. (Hanter)
