Grobogan, hariandialog.co.id
Gubernur Ganjar Pranowo baru-baru ini Selasa (3/8) mengadakan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Grobogan dalam rangka pengecekan langsung penerima BST, RTLH, penanganan covid-19 dan lain-lain. Ada 7 (tujuh) tempat yang dikunjungi orang nomor 1 (satu) di Jateng ini, antara lain adalah :
Pukul 19.30 WIB Gubernur mengecek data penerima BST di desa Wolo Kec. Penawangan; Pukul 10.30 WIB meninjau pasar siaga candi di Pasar Nglejok Grobogan; Pukul 11.30 WIB meninjau penyaluran BST di Desa Panunggalan Kec. Pulokulon; Pukul 12.30 WIB meninjau RTLH saudara Muat Rifai; Pukul 14.00 WIB wawancara program Liputan 6 Talk dengan tema “Perkembangan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah” lokasi di Pendopo Kabupaten, dan Pukul 15.00 WIB memimpin rapat koordinasi virtual dengan para kades beserta bupati dan Satgas Covid-19 Kabupaten Grobogan.
Saat Gubernur Jawa Tengah melakukan pengecekan dan pengawasan di Desa Panunggalan Kecamatan Pulokulon, menemukan penyaluran BST yang tidak tepat sasaran (penyimpangan), dimana data seorang perangkat desa dan karyawan SPBU termasuk penerima BST tersebut. Hal ini diketahui setelah Gubernur Gajar tersebut “ngomong-ngomong” dengan beberapa warga penerima BST tersebut, dan ada yang mengaku bekerja sebagai perangkat desa dan karyawan SPBU.
Awalnya Gubernur Kecewa, tapi setelah mendengar pengakuan kedua orang penerima BST tersebut tidak akan mengambil BST tersebut, lantaran ada yang lebih berhak menerimanya. Akhirnya justru Gubernur senang dan acungi jempol, “bagus, kamu memberi contoh yang baik kepada seluruh warga karena tidak mengambil yang bukan haknya”. Berkaitan ini gubernur juga berpesan agar warga tidak usah marah, nanti akan saya klarifikasi dan perbaiki data tersebut ke Kemensos agar tidak lagi ada kesalahan dan penyimpangan (data ganda) dan sebagainya.
Sementara itu Kepala Desa Panunggalan Moch Pujiyanto mengatakan ada 6 (enam) warganya yang mendapatkan bantuan ganda, itu data dari Kemensos, dipihaknya tidak tahu menahu itu apa kesalahan data, salah update ataupun salah tulis.
Gubernur Ganjar sudah menduga sebab ketika rembug desa dengan kades banyak usulan tentang ketidaktepatan data penerima BST tersebut. Gubernur berjanji akan koordinasi dengan kantor Kemensos agar ada perbaikan. Gubernur mengapresiasi kejujuran warga dan para kades demi perbaikan kedepannya, sehingga tidak menimbulkan persoalan antar warga. (Sul/Sub)
