Jakarta, hariandialog.co.id.- Menteri Sosial (Mensos) Tri
Rismaharini yang akrab dengan panggilan Risma mengungkapkan, pihaknya
menerima banyak laporan dan pengaduan soal bantuan sosial (bansos).
Tak tanggung-tanggung, menurut Risma, jumlah dokumen
pengaduan bansos yang masuk dalam sehari jika ditumpuk bisa mencapai
satu meter. “Aduh banyak sekali. Itu tadi tingginya sampai 1 meter
itu. Dulu ndak sebesar itu. Sekarang banyak sekali bahkan ada lah
seratus lebih lah seratus. Jadi ada yang sudah melampirkan
data-datanya,” ujar Risma dalam konferensi pers daring, Selasa
(24-08-2021).
Dokumen-dokumen pengaduan itu, menurut Risma berisi sejumlah
lampiran. Ada yang melampirkan data-data print out dari pengeluaran
dan lainnya. Saking banyaknya, Risma pun menggandeng aparat hukum
untuk mendalami sejumlah aduan dari masyarakat tersebut. “Jadi karena
juga jumlahnya cukup banyak. Sehingga ya sudah kami minta bantuan ke
kepolisian dan Kejagung,” katanya.
Risma tak bisa memastikan aduan dalam bentuk apa yang
paling banyak disampaikan kepadanya. Namun yang pasti, jumlahnya amat
banyak. “Macam-macam (pengaduannya), saya enggak bisa statistikannya
itu. Tapi banyak sekali itu. Ada yang kasusnya pungutan dan
sebagainya. Ada yang komplain kenapa saya tidak terima kenapa ini
terima. Tapi kan tetap harus ditindaklanjuti, kalau seperti itu kami
saya lakukan survei,” jelasnya.
Mensos Risma blusukan ke kampung-kampung di Kota Gudeg
menemui sejumlah warga dan berdialog, Senin (19/7) Kadang kala, lanjut
Risma, ia menurunkan tim ke lapangan untuk memastikan aduan masyarakat
soal bansos tersebut. Timnya bahkan sampai turun ke kelurahan untuk
mendalami aduan tersebut.
Jika ditemukan soal pungutan liar dalam penyaluran
bansos, kata Risma, pihaknya tak segan untuk meneruskan kasus itu
kepada pihak berwajib. “Kemudian turun ke kelurahan. Tapi kalau itu
ada pungutan, ada apa itu langsung disampaikan berkasnya terima
lengkap maka akan kami langsung lempar ke Kejagung dan Kepolisian,”
tegas Risma. (dtc/riski)
