Jakarta, hariandialog.co.id.- Hakim agung Prim Pambudi Teguh membeberkan permainan mafia tanah yang
sampai bisa menguasai sertifikat hak milik (SHM). Bahkan tanah TNI AU
juga menjadi korban mafia tanah itu.
“Yang lebih gila lagi, ini TNI AU di Malang. Sejak 1968 digunakan
sebagai TNI AU sebagai asrama,” kata Prim dalam seminar Komisi
Yudisial (KY) yang dilansir di YouTube, Selasa (12-10-2021).
Tanah yang dimaksud berada di Jalan Letjen Sutoyo Nomor 19-12 Kota
Malang seluas 1.404 meter persegi. Aset itu sudah terdaftar di
Inventaris Kekayaan Negara Register Nomor 50603012.
“Tapi tahu-tahu, September 2012 terbit SHM atas nama pribadi. Dia
lapor ke polisi sertifikatnya hilang,” tutur Prim, yang juga kakak
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Anehnya, sebulan setelah keluar SHM, aset itu kemudian dijual dengan
harga Rp 7,7 miliar. TNI AU kaget dan mengajukan upaya hukum ke
pengadilan.
“Lho apa pada waktu menerbitkan sertifikat itu tidak dilakukan
pengukuran? Kalau dilakukan pengukuran, mengapa warga di sekitar
asrama TNI AU tidak tahu? sehingga terbit sertifikat pengganti yang
berdasarkan laporan kepolisian?” kata Prim bingung atas hal tersebut.
Akhirnya kasus itu sampai hingga meja Prim dan TNI AU dimenangkan.
Prim menyatakan putusan itu memberikan perlindungan terhadap aset
negara dari perilaku spekulan tanah dengan memanfaatkan kelemahan
birokrasi tanah dan penegak hukum.
“Untung dibatalkan. Itu ada oknum yang bermain, orang dalam TNI AU,
pensiunan. Bermain dengan BPN dengan orang yang lapor polisi yang
ngaku kehilangan tadi,” kata Prim menirukan ucapan koleganya yang
sesama hakim yang tinggal di Malang.
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan
Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyatakan, di Rawamangun, tanah
milik Pertamina juga hendak digasak. Ada juga tanah kedubes yang
menjadi sasaran mafia tanah.
“Ada sebuah kedutaan di Jakarta tanahnya digugat dan dimainkan mafia
tanah. Kalau dia menang atas kedutaan asing, apa kata investor? Tanah
negara asing saja bisa kalah dengan mafia tanah,” cerita Sofyan.
(dtc/tob)
