Jakarta, hariandialog.co.id.- Ramai isu sejumlah menteri seperRamai isu sejumlah menteri seperti
Menko Marves Luhut Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir disebut
terlibat dalam bisnis tes PCR. Menko Polhukam Mahfud Md mengungkap
awal mula pengadaan tes PCR muncul saat Indonesia sedang panik
menghadapi pandemi corona.
ti Menko Mardan Menteri BUMN Erick Thohir disebut terlibat dalam
bisnis tes PCR. Menko Polengungkap awal mula pengadaan tes PCR muncul
saat Indonesia sedang panik menghadapi pandemi corona.
Diketahui, kabar sejumlah menteri bermain di PCR ini diungkap Mantan
Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto. Para menteri ini diduga
memiliki keterkaitan dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia.
“Menteri itu ternyata terafiliasi (ada kaitannya) dengan PT Genomik
Solidaritas Indonesia. Unit usaha PT itu adalah GSI Lab yang jualan
segala jenis tes Covid-19: PCR Swab Sameday (275 ribu), Swab Antigen
(95 ribu), PCR Kumur (495 ribu), S-RBD Quantitative Antibody (249
ribu),” tulisnya di Facebook seperti dirangkum detikcom, Rabu (3/11).
Keterkaitan para menteri diduga melalui pemegang saham GSI. PT Toba
Bumi Energi dan PT Toba Sejahtrea sebagai salah satu pemegang saham
GSI disebut memiliki keterkaitan dengan Luhut. Sementara, Erick diduga
memiliki keterkaitan dengan GSI melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri.
Yayasan ini di bawah PT Adaro Energy Tbk di mana kakak Erick,
Garibaldi Thohir merupakan presiden direkturnya.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan
siap mundur jika terbukti menerima duit dari bisnis PCR. Luhut
menegaskan tak mendapat untung sepeser pun.
Luhut menjelaskan bahwa dirinya memang memberikan sumbangan uang ke
Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Namun, dia menyebut bahwa
sumbangan itu semata-mata tidak untuk mencari keuntungan, tapi untuk
kemanusiaan.
“Kalau ke GSI itu saya naro duit memang, tapi tidak dalam konteks
untuk ambil untung,” kata Luhut dalam wawancara bersama CNN TV,
seperti dilihat, Jumat (12/11/2021).
Luhut juga menyinggung terkait dirinya memberikan sumbangan ke 7
universitas di Tanah Air. Dari sumbangan-sumbangan itu, Luhut mengaku
tak sepeser pun mendapat untung.
“Saya nyumbang di 7 universitas, ada di UI, di USU, di UGM, di mana
itu, itu nyumbangan dari saya tuh, nggak ada untung, apa yang mau
diuntung? Wong saya terlibat ini, untung kita buat Maret-April-Juni
tahun lalu, kalau nggak lebih parah lagi kemarin Juli itu,” ucapnya.
Guna membuktikan ucapannya bahwa dia tak mengambil untung sedikit pun
dari GSI itu, Luhut siap diaudit BPK. Dia memastikan bahwa uang dari
GSI itu juga tidak mengalir ke PT Tobako Sejahtera dan pemegang saham
lainnya.
“Siap banget (diaudit) dari awal, tidak ada ke kantong saya satu
peser. Untuk apa sih wong duit saya dari bisnis saya cukup hidup kok,
saya nyumbang karena betul-betul kemanusiaan,” tegas Luhut.
Lebih jauh, Luhut pun siap dipanggil KPK usai dirinya bersama Menteri
BUMN dilaporkan ke KPK gegara isu bisnis PCR ini. Menurutnya, selama
tidak merasa melakukan hal-hal yang salah, dia tak akan takut.
“Siap aja (dipanggil KPK), kenapa sih nggak. Saya nggak ada yang saya
takutin sepanjang saya tidak melakukan itu, ndak ada. Apa yang saya
lakukan? Wong saya tidak ada bisnis apa-apa dengan itu, dan memang
dasarnya bisnis itu memang murni untuk kemanusiaan,” katanya.”Kalau
saya terima duitnya saya resign, gampanglah gitu aja repot,” imbuh
Luhut.(dtc/redstu)
