Jakarta, hariandialog.co.id.- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) akan
melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu
atau rights issue dengan menerbit saham baru seri B sebanyak-banyaknya
4,6 miliar.
Rights issue yang akan diterbitkan BTN memiliki nilai
nominal Rp 500 per saham. Penerbitan saham baru ini dilakukan seiring
DPR telah memberi restu ke pemerintah melakukan penyertaan modal
negara (PMN) sebesar Rp 2,48 triliun ke bank spesialis kredit
perumahan ini.
Berdasarkan prospektus rights issue yang diterbitkan BTN di
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/9), dana dari righst issue
tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas perseroan dalam
menyalurkan kredit perumahan guna mendukung program perumahan
nasional.
Namun, harga pelaksanaan rights issue BTN tersebut belum ditetapkan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan,
pemerintah memiliki 60% saham di Bank BTN saat ini. Sedangkan sisanya
40% digenggam oleh publik.
Pemerintah akan mempertahankan kepemilikannya di BTN. Sehingga dengan
PMN Rp 2,48 triliun maka BTN akan menghimpun dana dari publik sebesar
Rp 1,65.
BTN akan meminta persetujuan pemegang saham terkait
rencana rights issue ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Lua Biasa
(RUPSLB) yang akan digelar pada 18 Oktober 2022. (kontan/diah)
