
Jakarta,hariandialog.co.id.- Pada Selasa 21 April 2026 yang juga merupakan Hari Kartini. Pada momen ini sejumlah sekolah baik itu mulai dari tingkat dasar, tingkat menengah pertama dan sekolah tingkat menengah atas merayakan peringatan Hari Kartini yang merupakan tokoh emansipasi wanita, di sekolah mereka masing-masing.
Para pelajar siswi dengan menggunakan pakaian batik, pakaian kebaya maupun pakaian adat berangkat ke sekolah mereka guna mengikuti acara peringatan Hati Katini sebagai penulis buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Buku ini ditujukan untuk kesetaraan dalam mengapai pendidikan antara kaum adam dan hawa, tanpa ada lagi “belenggu” atau diskrimianasi untuk kaum perempuan.
Dalam amatan Dialog, bahwa siswi perempuan yang mengunakan pakaian batik, kebaya maupun adat tanpak lebih sumringah dan anggun meskipun tanpa ada hiasan maupun pernik-pernik pakaian. Wajah para siswi tersebut terlihat senyum kebahagian saat menggunakan pakaian adat, batik maupun kebaya dalam merayakan Hari Kartini tersebut.
Mereka menaburkan semangat emansipasi sebagai modal keberanian dalam menuntut ilmu melaui pendidikan guna terus berusaha dalam menggapai cita-cita dengan penguasaan displin ilmu yang merupakan modal memajukan diri,bangsa dan negeri Indonesia.
Dalam peringatan Hari Kartini tahun 2026, sekolah-sekolah mengadakan sejumlah kegiata di luar mata pelacaran sekolah. Misalnya, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 14 Jakarta Timur, mengadakan:Pembacaan Puisi, Nyanyi, Manortor. Juga dilakukan pengumuman lomba artikel, video pendek,fotogtafi, dan acara lainnya yang membuat para siswa dan siswi penuh semangat dan gembira.
Saat acara manortor, terlihat siswa dan siwi begitu bergembira mengoyangkan badan mengikuti irama tortor. “Selamat Hari Kartini. Semoga Perempuan Indonesia Terus Berkarya Mengisi Pembangunan Negeri Indonesia Lewat Penguasan Ilmu yang Didapat dalam Pendidikan.” (Het)
