
Jati Asih, hariandialog.co.id.- Wakil Ketua Mahkamah Agung
bidang Yudisial, Dr. Andi Samsan Nganro, SH,MH, meminta agar
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membatalkan rencana Family
Gathering. “Saya tidak perduli dimana akan dilakukan, tetap harus
dibatalkan. Kita lagi berduka kok mau bergembira dengan mengadakan
acara Family Gathering,” kata Andi Samsan Nganro.
Seharusnya, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
harus mengetahui situasi perekonomian saat ini. “Kalau keluarga besar
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bepergian sudah pasti tidak sedikit
mengeluarkan uang. Bukan saja biaya penginapan tapi juga transportasi
serta pendukung acaranya apakah musik dan permainan serta kostum para
peserta,” jelas Andi saat dimintai komentaranya di sebuah acara
keluarga di bilangan Jati Asih, Bekasi, Sabtu (24-09-2022), tentang
rencana Family Gathering.
Sekali saya tegaskan atas nama Mahkamah Agung agar
acara tersebut dibatalkan. “Tidak ada acara hore horean atau
bergembira ria. Kita sekarang ini berduka. Jadi jangan macam macam
yang dapat menjadi bahan pembicaraan banyak pihak. Kalau tetap
dilaksanakan akan membuat dan menimbulkan opini yang macam-macam
seperti sumber dana pelaksanaan acara. Jadi saya minta agar
dibatalkan,” terang Andi yang juga juru bicara Mahkamah Agung.
Seperti diberitakan pada edisi terbitan 22 September
2022, “Adakan Family Gathering. PN Jakarta Selatan Tidak Terimbas
Inflasi”. Dalam tubuh berita tersebut seluruh keluarga besar PN
Jakarta Selatan mulai dari Keamanan, Cleaning Service, Juru Sita
Pangganti, Pegawai Tidak Tetap, Honorer, PNS, Panitera Pengganti,
Panitera Muda, Para Hakim, dan pejabat struktural lainnya, akan jalan
jalan ke Jimmers Mountain Resor, di Kopo, Cisarua, Kabupaten Bogor
dari tanggal 1 hingga 2 Oktober 2022.
Panitia seluruhnya menanggung sarana dan prasarana
siapa saja yang ikut dan telah terlebih dahulu mendaftarkan diri baik
pribadi, keluarga (anak & istri). Semua peserta menginap di Hotel dan
seluruh perserta diberikan kaos untuk dipakai di acara tersebut.
Disamping itu, panitia juga menyiapkan transportasi berupa bus pergi
dan pulang. Pokoknya, peserta hanya tenang dan duduk, tanpa dibebani
biaya sepeserpun. (tob)
