Samosir, hariandialog.co.id – Gerbang utama kantor DPRD Kabupaten Samosir sulit dilalui orang karena adanya saluran air (got) yang tidak adanya jembatan (titi) yang bisa dialui orang pejalan kaki menuju kantor DPRD Kabupaten Samosir tersebut. Jika-pun dipaksa, harus meloncat terlebih dahulu dengan penuh resiko, terlebih menuju gerbang jalanannya menanjak.
Kondisi yang kurang elok dipandang mata, dan juga belum bisa menjadi akses masuk ke kantor gedung DPRD Kabupaten Samosir tersebut melalui pintu/gerbang utama, membuat para pejalan kaki, pengguna kendaraan jika memasuki kantor anggota dewan tersebut harus melalui pintu/gerbang belakang yang jalannya belum diaspal.
Hal tersebut sesuai dengan amatan Dialog, di lapangan, pada Kamis (16/3/23). Dimana Dialog melihat sejumlah pejalan kaki yang ingin memasuki gedung DPRD Kabupaten yang berlokasi di Jalan Simanindo itu, jika kaum adam terpaksa harus meloncati saluran air yang lebarnya sekitar 1,5 meter tanpa adanya jembatan yang bisa digunakan pejalan kaki.
Amatan Dialog tersebut, saat berkunjung ke pasir putih Parbaba Samosir seusai menikmati keindahan tempat rekreasi di daerah tersebut.
Sementara beberapa warga sekitar yang coba ditanyai Dialog, menerangkan bahwa warga sekitar atau orang yang hendak bertamu maupun berurusan dengan anggota dewan di DPRD Kabupaten Samosir tersebut mengharapkan bisa masuk melalui pintu/gerbang depan. Namun karena tidak adanya jembatan, maka harus memutar lewat belakang.
“Memang kurang elok-lah jika orang maupun kendaraan yang hendak masuk ke gedung DPRD Kabupaten samosir ini harus lewat pintu belakang.Harusnya hal tersebut menjadi perhatian dari anggota dewan dan Pemkab Samosir mengingat Kapupaten Samosir merupakan tempat wisata yang sudah mendunia karena di kelingin Danau Toba,” ujar Sumber yang mengaku Batahan Naibaho. (Hnb)
