
Jakarta, hariandialog.co.id. Jajaran pimpinan Mahkamah Agung
memutasi dan mempromosikan 714 orang hakim baik ditingkat pertama
(Pengadilan Negeri) maupun tingkat banding (Pengadilan Tinggi) yang
diterbitkan pada 12 Juni 2024.
Hasil Tim Promosi Mutasi yang diterbitkan Direktur
Jenderal Badilum Mahkamah Agung itu terdapat nama Wahyu Iman Santoso,
SH,MH, sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Selatan menjadi Ketua PN Bandung
Kelas I-A Khusus.
Nama Wahyu Iman Santoso mulai tenar dan terkenal atas
ketegasannya melalui ilmu hukum saat memimpin persidangan dengan
terdakwa Ferdy Sambo. Sejak diawali sidang perdana yaitu mulai
pembacaan surat dakwaan untuk Ferdi Sambo atas kasus pembunuhan
Brigadir N Yusua Hutabarat, tampak dengan baju kebesaran sang hakim
terlihat gagah dan tegas dan tidak tampak takut menyidangkan terdakwa
yang mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu,
Dan memang akhirnya putusan sang hakim yang dijuluki
Wakil Tuhan dalam hal keadilan itu memvonis Ferdy Sambo dengan pidana
mati. Sontak menjadi perhatian publik tertuju atas keberanian dari
sang hakim Wahyu. Bahkan ada yang melontarkan kalimat di luar
persidangan menyebutkan “Wahyu itu kan suara Tuhan, Jadi sesuai nama
sudah jelas mewakili keadilan dari Tuhan Yang Maha Kuasa”
Memang, sosok Wahyu sepertinya tidak pernah letih
dalam pekerjaannya karena masih menyempatkan diri untuk bersidang.
Alasannya bila dipertanyakan saat bincang-bincang kenapa masih sidang
dengan santai dijawab “Kan Saya Ini hakim. Tugas Hakim itu ya sidang”.
Disamping nama diantara 714 orang hakim yang mendapat
promosi dan mutasi ada Agus Tjahjo Mahendara, SH jadi Wakil Ketua PN
Ambon, hakim Rika Mona Pandegiot,SH,MH, jadi hakim Pengadilan Tinggi
Manado, dan Abu Hanifah, SH,MH, mendapat promosi hakim tinggi PT
Jambi. (tob).
