Jakarta, hariandialog.co.id.- Universitas Airlangga (Unair) menjadi universitas terbaik dunia kategori pemberantasan kemiskinan dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2024. Posisi Unair disusul York University, Kanada pada peringkat 2 dan University of Johannesburg, Afrika Selatan pada peringkat 3.
Dikutip dari laman resmi THE, Unair meraih predikat tersebut berdasarkan hasil survei dan peninjauan Times Higher Education terhadap 1.093 perguruan tinggi dari 107 negara dan wilayah di dunia. Tiap kampus dinilai berdasarkan keaktifan mengembangkan solusi atas masalah kemiskinan melalui riset dan program edukasional inovatif. “Institusi-institusi ini menonjol dari aspek pendekatan stratregisnya untuk membantu para mahasiswa yang mengalami kemiskinan, mulai dari penawaran bantuan keuangan yang luas hingga penerapan lingkungan pembelajaran yang mendukung,” tulis tim THE.
Menurut THE, perguruan tinggi yang masuk daftar peringkat tersebut juga tidak hanya merespons masalah pengentasan kemiskinan dan tunawisma dari sisi pendidikan di lingkungan akademik dan masyarakatnya. Kampus-kampus ini juga menyediakan platform transformatif bagi para pendidik yang didedikasikan untuk membuat perubahan substansial dalam pengentasan kemiskinan global.
Penyusunan THE Impact Rankings 2024 poin Sustainable Development Goal 1 (SDG1): No Poverty menggunakan indikator yang menggali upaya perguruan tinggi dalam mengentaskan kemiskinan, serta mendukung mahasiswa dan warga setempat. Berikut indikator dan bobotnya.
1. Riset soal Kemiskinan (27%)
– Menjadi co-author dalam makalah ilmiah bersama negara-negara dengan pendapatan menengah ke bawah atau rendah.
– Rasio jumlah aktual kutipan dari makalah dengan jumlah yang diharapkan (Field-weighted citation impact/FWCI) mengenai kemiskinan.
– Jumlah total publikasi yang berfokus pada kemiskinan.
2. Bantuan Keuangan untuk Mahasiswa yang Terdampak Kemiskinan (27%)
– Proporsi mahasiswa yang menerima bantuan keuangan signifikan akibat kemiskinan.
3. Program Antikemiskinan Kampus (23%)
– Pendaftaran dan target mahasiswa yang tercapai dari kuintil keuangan terbawah.
– Program dukungan untuk mahasiswa berpenghasilan rendah dan mahassiwa dari negara berpenghasilan menengah ke bawah.
4. Program Antikemiskinan Masyarakat (23%)
– Dukungan untuk startup berkelanjutan milik warga setempat.
– Pelatihan dan pembuatan kebijakan untuk pengentasan kemiskinan.
– Program yang didesain untuk meningkatkan akses ke layanan dasar
Ketua SDGs Center Unair Bayu Arie Fianto SE MBA PhD mengatakan program pemberantasan kemiskinan di kampusnya antara lain pembebasan dan penurunan biaya kuliah mahasiswa. “Unair telah menjalankan berbagai program seperti membebaskan atau menurunkan biaya pendidikan mahasiswa,” ucapnya, dikutip dari laman Unair, Minggu (30-6-2024) tulis dtc.
Sedangkan untuk masyarakat, Bayu mengatakan Unair juga menjalankan program pembinaan kewirausahaan. Para warga belajar mengenai startup hingga networking, serta mendapat dukungan keuangan. “Tujuannya agar masyarakat bisa sejahtera dan berdaya,” ucapnya.
Di samping melakukan riset dan publikasi terkait kemiskinan, Bayu mengatakan warga kampus Unair aktif bekerja sama untuk menjalankan program-program No Poverty tersebut. “Kami banyak menggandeng desa-desa, kemudian komunitas masyarakat bisnis, dan UMKM. Kami juga menggandeng berbagai unit dan direktorat yang UNAIR miliki. Kemudian juga dengan lembaga sosial Islam yang banyak menjalin mitra dengan UNAIR untuk membantu masyarakat,” kata Bayu.
25 Kampus Terbaik Dunia Kategori Pemberantasan Kemiskinan Versi THE THE Impact Rankings 2024 Dari total 1.093 perguruan tinggi yang masuk pemeringkatan, Turki menjadi negara dengan kampus terbanyak yang aktif mengentaskan kemiskinan (53 perguruan tinggi. Sedangkan Britania Raya menjadi negara dengan perguruan tinggi pengentas kemiskinan terbanyak yang masuk daftar peringkat 100 besar (17 institusi).
Sementara itu, 30 perguruan tinggi RI masuk pemeringkatan dari total 1.093 perguruan tinggi dunia yang terjaring. Sebanyak empat perguruan tinggi Indonesia masuk daftar 20 besar maupun 100 besar. (nasya).
