
Jakarta, hariandialog.co.id – Laga persahabatan bertajuk Celebrity Trofeo Cup 2025 antara Selebriti FC dan Colossus FC yang digelar di PTIK Sport Stadium, Jakarta Selatan, pada Sabtu (19/7), menyuguhkan pertandingan penuh tensi tinggi dan drama emosional.

Disiarkan langsung oleh SCTV dan Rans Entertainment, pertandingan ini memancing perhatian publik usai dua insiden mencuri sorotan: cedera Raffi Ahmad dan kartu merah yang diterima Syamsir Alam.
Raffi Ahmad, yang dikenal sebagai kiper andalan Selebriti FC, mengalami cedera betis di tengah pertandingan. Menurut rekan setimnya, Guntur Nugraha, kondisi fisik Raffi diduga menurun akibat kelelahan setelah mengikuti acara maraton di Bandung pada pagi harinya.

“Dia selesai maraton sekitar jam 11 atau 12 siang, lalu langsung berangkat ke Jakarta. Jadi kondisi fisiknya mungkin menurun. Saat tensi permainan naik, betisnya ketarik,” jelas Guntur saat ditemui di Lapangan B, Senayan, Jakarta, Senin (21/7).
Akibat cedera tersebut, posisi kiper terpaksa digantikan oleh pemain lain secara mendadak. Guntur mengakui, sang pengganti sempat melakukan sejumlah blunder karena bukan di posisi aslinya.
Sementara itu, insiden yang paling memancing kontroversi adalah kartu merah yang diberikan kepada Syamsir Alam usai melakukan pelanggaran terhadap pemain Colossus FC. Keputusan wasit langsung memicu perdebatan, termasuk di kalangan netizen yang ramai mengomentari aksi tersebut.
“Kalau dari sudut pandang wasit, mungkin dianggap itu pelanggaran terhadap pemain terakhir yang berpeluang mencetak gol. Tapi menurut kami seharusnya hanya kartu kuning. Namun tetap, apapun keputusannya, harus kita hormati,” ujar Guntur.
Cekcok sempat terjadi antara Syamsir Alam dan pemain Colossus, Rumi. Namun ketegangan di lapangan tidak berlarut. Kedua pemain segera berdamai setelah pertandingan dan berjabat tangan di ruang ganti.
“Kita semua teman. Beberapa pemain Colossus juga sering latihan bareng kami di SFCL. Setelah pertandingan, semua saling minta maaf dan kembali akrab seperti biasa,” tambah Guntur.
Meski begitu, nama Syamsir Alam tetap menjadi sasaran kritik publik, bahkan sampai disangkutpautkan dengan masa lalunya di Timnas Indonesia. Guntur menyebut bahwa Syamsir telah menyampaikan permintaan maaf di ruang ganti dan menjadikan insiden itu sebagai pelajaran berharga.hvmv
“Namanya netizen, pasti ada pro dan kontra. Tapi Samsir sudah minta maaf, dan kami semua melakukan evaluasi bersama. Ini pelajaran buat kita semua agar bisa lebih tenang dalam pertandingan ke depan,” pungkasnya.
Laga Celebrity Trofeo Cup 2025 kembali menegaskan bahwa meskipun hanya laga hiburan antar pesohor, semangat kompetitif tetap membara. Namun begitu, nilai utama yang dipegang teguh para pemain tetaplah sportivitas dan persaudaraan di luar lapangan.(han)
