Jakarta, hariandialog.co.id.- Ambruknya daya beli masyarakat,
khususnya kelas menengah di Indonesia, tidak bisa dipungkiri. Buktinya
bukan hanya deflasi selama 5 bulan beruntun sejak Mei 2024. Saat ini,
banyak bisnis ritel yang ambruk.
PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) atau Gerai
Matahari yang akrab dikuping, jumlah gerainya mulai sedikit.
Rencananya, sebanyak 13 toko bakal tutup pada tahun ini. Sebelumnya
direncanakan 10 gerai Matahari yang tutup. Sementara jumlah toko yang
diawasi juga naik dari 13 toko menjadi 20 toko.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia
(BEI), Matahari harus melakukan penyesuaian selektif terkait
portofolio gerai. Hal ini mencakup pengembangan daftar gerai baru
potensial, di samping pengurangan jumlah gerai dengan performa yang
berkinerja rendah. “Saat ini, Matahari sedang memantau kinerja 20
gerai yang ada dalam watchlist dan berencana menutup 13 gerai tahun
ini,” dikutip Kamis (12-12-2024).
Selain itu, Matahari merencanakan renovasi sejumlah
gerai yang strategis. Saat ini sedang berjalan, diikuti kriteria
metrik kinerja yang telah disempurnakan. Per 30 September 2024
perusahaan mengoperasikan sebanyak 147 gerai.
Di mana, sebanyak 28 gerai beroperasi di Sumatra, 84
gerai di Pulau Jawa, 29 gerai di Kalimantan, Sulawesi dan Maluku,
serta 6 gerai di lokasi lainnya.
Jumlah ini tercatat mengalami penurunan dibanding dengan
jumlah gerai perusahaan per 31 Desember 2023. Kala itu, Matahari
mengoperasikan 154 gerai. Dalam sembilan bulan, jumlah gerai Matahari
susut 7 unit.
Jika dibandingkan dengan jumlah gerai per 30 September
2023, Matahari punya 156 gerai. Tersebar sebanyak 28 gerai di Sumatra,
90 gerai di Pulau Jawa, 32 gerai di Pulau Kalimantan, Sulawesi dan
Maluku, serta 6 gerai di lokasi lainnya.
CEO Matahari, Monish Mansukhani mengatakan, perseroan terus
memperluas jangkauan marketplace dengan membuka official store di
beberapa kanal e-commerce terkemuka. Selain itu, platform Shop & Talk
Matahari juga sedang dalam proses pembaruan yang diharapkan dapat
lebih meningkatkan pengalaman belanja online. “Kami bertekad untuk
terus beradaptasi dengan lanskap pelanggan dan bisnis ritel yang terus
berkembang,” ujar Monish, tulis inilah.com. (nadira-01)
