Jakarta, hariandialog.co.id.- – PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Tbk (BTN) akhirnya mengantongi izin untuk menambah modal. Dalam rapat
kerja Komisi VI DPR RI telah disetujui usulan Kementerian Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) terkait Penyertaan Modal Negara 2023 dan inisiatif
tambahan modal sejumlah BUMN melalui skema rights issue.
BTN merupakan salah satu BUMN yang akan mendapat tambahan
modal Rp 2,98 triliun. Anggota Komisi VI DPR Evita Nursyanti
mengungkapkan BUMN merupakan garda terdepan untuk menjalankan agenda
pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah. “Kami dukung dan
setujui usulan PMN yang diajukan Kementerian BUMN,” kata dia dalam
raker, dikutip Selasa (5/7/2022).
Seluruh fraksi mendukung usulan tersebut. Meskipun ada
beberapa BUMN yang harus mendapat catatan seperti Krakatau Steel,
Garuda Indonesia, dan Kereta Api. Setelah mengantongi restu dari
Komisi VI DPR RI, langkah selanjutnya adalah menunggu lampu hijau dari
Kementerian Keuangan.
Mengacu ke pagu PMN yang diterima BTN senilai Rp 2,98
triliun, maka nilai penerbitan saham baru atau rights issue
diperkirakan mencapai Rp 4,96 triliun. Jumlah tersebut untuk
mempertahankan porsi kepemilikan pemerintah di BTN sebesar 60%.
Sisanya berasal dari investor publik dengan proporsi 40%.
Dihubungi terpisah, Direktur Riset CORE Indonesia Piter
Abdullah menilai keputusan PMN untuk BTN merupakan langkah tepat dan
bernilai strategis. Yang diuntungkan bukan hanya BTN dalam bentuk
penguatan modal dan kapasitas pembiayaan lebih besar. “Yang paling
banyak menikmati manfaat dari tambahan modal adalah segmen masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR),” jelas dia seperti ditulis detik..
Dia menyebutkan, perseroan akan memiliki kemampuan lebih
besar untuk menyalurkan kredit subsidi sekaligus menekan angka backlog
perumahan sebagaimana agenda besar pemerintahan Jokowi dalam program
Sejuta Rumah Rakyat. “Sektor riil juga ikut ketiban berkah, karena
pertumbuhan sektor properti bisa berdampak langsung terhadap 174
sektor usaha lainnya. Dan sektor ini terbukti mampu membangkitkan
ekonomi nasional pasca pandemi,” ujar dia. (diah).
