Taput, hariandialog.co.id. Bertempat di aula Hotel Hosea Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tapanuli Utara mengadakan kegiatan sosialisasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan kepada para penyandang Disabilitas. Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Selasa (6/9/2022).
Bawaslu mengundang Pemerhati Disabilitas Satika Simamora. SE. MM yang juga ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Tapanuli Utara sebagai Narasumber, Suhadi Sukendar Situmorang dari Bawaslu Sumatera Utara, Ahmat Al Faury, SH. LL.M dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), perwakilan Penyandang Disabilitas se Tapanuli Utara dan Sekolah Luar Biasa Siborong-borong.
Hadir juga dalam acara tersebut dari Bawaslu Tapanuli Utara Edward VT Lumbantobing, Charles R Silaban, Arthur Simanungkalit. Camat Sipoholon Ronald Situmorang, Marusaha Nababan kordinator skretaris Bawaslu Taput.
Satika Simamora yang juga Bunda PAUD Tapanuli Utara dalam acara menjelaskan kehadirannya, Tidak menyampaikan tentang pemilu, tapi kehadirannya disini untuk menyampaikan Kasih bagi penyandang Disabilitas.
“Sebelumnya ibu sampaikan titip salam dari pak Bupati buat buat kita yang hadir disini, ibu hadir disini untuk menyampaikan tentang Kasih bagi penyandang Disabilitas,” ungkap Satika.
“Kita hadir disini sebagai karunia Tuhan, dan saya bahagia bisa hadir ditengah kaum difabel. Ibu berharap acara kita ini menjadi moment berharga dihadapan Tuhan, karena menurut bunda bernegara yang baik itu harus punya Kasih. Tempatkan dirimu untuk hal kebaikan dan Kasih, karena belum tentu yang sempurna berbuat kebaikan dan punya mental juga sifat kurang baik,”ucap Satika.
Satika juga mengajarkan orang tua kaum difabel untuk semangat dan kreatif untuk membimbing penyandang disabilitas.
“Supaya kita jangan jadi batu sandungan bagi siapapun, dengan kekurangan kita, jangan jadi rendah hati, dengan belajar, memahami, melaksanakan dan berdoa,” kata Satika mengajarkan anak penyandang untuk kreatif dalam kehidupannya.
“Kita punya hak yang sama, jadi bila ingin suara kita berharga di hadapan Tuhan dan berharga bagi bangsa, maka minta bimbingan dari Tuhan berkat doa dan pola hidup yang baik dihadapan Tuhan. Jangan pernah Takut mengatakan yang baik, melakukan hal baik. Kalaupun kita punya kekurangan, kita harus mampu berbuat daripada orang yang merasa sempurna. Kita harus tunjukan kepada Tuhan kita mampu, dan tidak akan pernah menyerah dan mundur. Bagi orang tua, jangan pernah merasa minder punya anak yang difabel. Karena itu anugerah dari Tuhan. Mari kita ajarkan mereka untuk kebaikan. Hari ini bisa memberi, berbagi rezeki itu adalah Surga bagi ibu,” tutup Satika.
Selain memberikan santunan dan baju yang bertuliskan ‘Hu Haholongi Do Ho’, Satika juga membantu menyekolahkan Grace Purba Siswa Sekolah Luar biasa Siborong-borong yang berbakat dan 6 orang difabel lainnya.
Sebelumnya, dalam salam pembuka, Ketua Bawaslu Tapanuli Utara Edward Lumbantobing menyampaikan bahwa sosialisasi bagi penyandang disabilitas secara khusus diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Penyampaian materi pemahaman kepemiluan dan pengawasan partisipatif.
Edward mengapresiasi sosialisasi yang hanya di gelar di Kabupaten Tapanuli Utara, Pematang Siantar dan Binjai. Dan sosialisasi ini menjadi penting sebagai sarana berbagi informasi terkait teknis kepemiluan dan pengawasan hak penyandang disabilitas di pemilu serentak 2024. Harapannya melalui kegiatan sosialisasi dapat mendorong angka partisipasi pemilih disabilitas dalam menggunakan hak suaranya pada pemilu serentak 2024.
“Sosialisasi terkait disabilitas selama ini masih kurang, pertemuan ini merupakan pintu awal bagi Bawaslu mendekatkan diri kepada pemilih disabilitas. Dari acara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang kepemiluan, khususnya perihal pengawasan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas yang berkaitan dengan fungsi pengawasan partisipatif,” kata Edward.
Selain itu, Ahmat Al Faury, SH. LL.M. yang juga dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mengapresiasi Bawaslu yang sudah menggelar sosialisasi yang juga kandidat Dr. (UINSU). (Emmar)
