Lombok barat, hariandialog.co.id.- – KPK melakukan operasi tangkap
tangan (OTT) ke Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. KPK mengatakan
Ahmad Zaini diduga menerima uang dari sejumlah proyek di Lombok Barat.
“Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh
bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten
Lombok Barat,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, di gedung KPK,
Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 20 Juli 2026.
Total ada 19 orang yang ditangkap KPK dalam OTT ini. KPK juga
menyita barang bukti uang tunai hingga sejumlah dokumen. “Selain
mengamankan para pihak, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya
dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan juga beberapa dokumen
yang diduga terkait dalam perkara ini,” sebutnya.
Kegiatan OTT ini berlangsung sejak Senin (20/6) pagi ini.
Adapun Lalu Ahmad ditangkap di rumah dinasnya. “Untuk pihak-pihak yang
diamankan mulai dari pagi ini termasuk Bupati diamankan pagi ini di
rumah dinas. Kemudian, pihak-pihak lain juga diamankan di sejumlah
lokasi di wilayah Lombok Barat,” ucapnya.
Informasi soal OTT ini sebelumnya dibenarkan oleh Wakil Ketua
KPK Fitroh Rohcahyanto. Namun belum dirincikan siapa saja pihak yang
diamankan selain bupati Ahmad Zaini. “Benar,” kata Wakil Ketua KPK
Fitroh Rohcahyanto ketika dihubungi, Senin, 20 Juli 2026. Tulis
dtc. (martha-01)
Tiga Meninggal 20 Rumah Terbakar
Bentok Dua Desa di Pulau Adonara
Adonara, hariandialog.co.id.- – Bentrok antarwarga terjadi di Pulau
Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggota Komisi III
DPR Fraksi PAN Endang Agustina mengaku prihatin dengan adanya konflik
berujung maut tersebut.
“Saya ikut prihatin dan sedih dengan adanya peristiwa Adonara, kita
sangat menyayangkan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi. Apalagi
beberapa nyawa melayang, belasan orang luka bahkan banyak rumah yang
hangus terbakar,” kata Endang kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
Diketahui, bentrok itu terjadi antara warga Desa Narasaosina
dan Desa Waiburak. Polisi mengatakan tiga orang tewas dan lima orang
mengalami luka ringan akibat insiden ini. “Tiga orang meninggal dunia,
lima orang luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar,” ujar Kasi Humas
Polres Flores Timur AKP Eliezer A Kalelado, seperti dilansir
detikBali, Minggu, 19 Juli 2026
Bentrok ini terjadi pada Sabtu (18/7) pagi. Eliezer
mengatakan pendataan jumlah korban maupun kerusakan rumah masih terus
dilakukan setelah bentrokan di dua desa tersebut.
Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado
mengatakan personel gabungan TNI-Polri masih disiagakan di wilayah
Adonara Timur untuk menjaga keamanan pascabentrokan hingga situasi
benar-benar aman dan terkendali, tulis dtc. (endri-01) .
