
Caption Foto : Asisten II, Direktur Perkebunan dan Kehutanan, Founder PT MAS dan GM Pelindo II saat pelepasan ekspor cangkang sawit.
Bengkulu, hariandialog.co.id – Puluhan ribu ton cangkang sawit asal Provinsi Bengkulu diekspor ke negara Thailand. Kegiatan ekspor perdana cangkang sawit ini dilepas Dirjen Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI, Merrijianti P.Pintaris, M,Si didampingi Asisten II Ir.Fachriza, Founder PT Makmur Agro Sawit Grup, Anne Sri Arti, GM Pelindo II Bengkulu Hadi Nurmayadi, ST MBA, berlangsung di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu Kamis (26/7/22).
Anne Sri Arti mengatakan perubahan iklim bumi yang terjadi mulai tahun 1986 silam sampai sekarang sangat mengkhawatirkan semua kalangan. Perubahan iklim karena akibat efek panas rumah kaca, pemanasan global diantaranya akibat pembakaran batubara dan rusaknya lapisan ozon. Banyaknya kebakaran hutan dan hilangnya fungsi hutan, gas-gas limbah lainnya. Akibatnya terjadi perubahan iklim ekstrim seperti kemarau yang berkepanjangan dan keringnya sumber-sumber mata air, mencairnya es di kutub menyebabkan banjir rob dan menurunnya daerah tangkapan air.
Kondisi ekstrim ini sudah menimpa sejumlah negara di dunia, seperti Australia, Amerika, Swiss, India, Philipina bahkan kemarau berkepanjangan telah menyebabkan kebakaran hutan yang meluas. Sebab itu ia mengajak agar bergegas menjaga bumi dari dampak pemasanan global. Dengan langkah memanfaatkan energi baru terbarukan seperti penggunaan cangkang sawit untuk berbagai keperluan dan mulai meninggalkan energi fosil. Sementara itu Direktur Kehutanan dan Perkebunan, Merijianti P Pintaris, M,Si menyampaikan ekport perdana cangkang sawit Bengkulu yang dilakukan PT Mas melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu merupakan suatu capaian bersama yang dilakukan PT MAS dan Pelindo yang menyediakan fasilitas untuk tujuan ekspor tanpa pelabuhan transit.
Indonesia setiap tahun memproduksi cangkang sawit nasional mencapai 11, 3 juta ton pertahun, dimana 3,63 juta ton digunakan untuk industri dalam negeri, 3, 63 juta ton menjadi komoditi ekspor dan 3,21 juta ton menjadi konsumsi sendiri pabrik kelapa sawit. Perkiraan permintaan kelapa sawit di negara Asia saja mencapai 2,08 juta ton. Data ekspor Indonesia mencatat 3,06 juta ton dengan tujuan terbesar negara Jepang sampai beberapa tahun ke depan karena untuk berbagai energi di negara Sakura tersebut. Kebutuhan cangkang sawit terus meningkat berdasarkan permintaan kebutuhan luar negeri sebagai pengganti energi alternatif yang terpenting sebagai energi baru terbarukan.
GM Pelindo Hadi Nurmayadi mengatakan bahwa potensi sawit di Provinsi Bengkulu cukup besar, pihak Pelindo akan berkomitmen untuk mempermudah bagi investor untuk berinvestasi di Provinsi Bengkulu. Pihaknya akan terus berupaya untuk perbaikan fasilitas dengan pengerukan kolam pelabuhan yang sering mendangkal. Termasuk perbaikan dermaga untuk mempercepat bongkar muat termasuk berbagai infrastruktur lainnya. Untuk menjaga kondisi perekonomian di Provinsi Bengkulu.
Asisten II Pemprov Bengkulu Ir.Fachriza menyampaikan untuk menjaga siklus produk perdagangan, pemerintah terus berupaya mengembangkan produk ekspor di pasar global. Salah satunya adalah produk cangkang kelapa sawit 8500 ton.Pemprov Bengkulu berharap meski ini ekspor perdana, tetapi bukan yang terakhir. Provinsi Bengkulu ke depan akan memberdayakan ekspor melalui pelabuhan dengan berbagai produk lainnya. Atas nama gubernur ia mengucapkan terima kasih atas keterlibatan semua pihak sehingga bisa sukses melakukan ekspor cangkang sawit. (hasanah)
