
Bandung Barat, hariandialog.co.id — Pendidikan bermutu membutuhkan ruang belajar yang layak bagi setiap anak. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas program revitalisasi Satuan Pendidikan yang tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta dan Satuan Pendidikan Nonformal, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar,Kamis ( 13 Agustus 2026 ).
SMP IT Al-Qohhariyyah yang berlokasi di Cibodas, Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menerima bantuan revitalisasi sebagai penerima manfaat untuk mendukung pembelajaran yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas. Revitalisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang bermutu melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung proses pembelajaran.
Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui penguatan kurikulum dan kompetensi guru, tetapi juga melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai agar kegiatan belajar dapat berlangsung secara optimal.
Kepala Sekolah SMP IT Al-Qohhariyyah, Mokhamad Iqbal Paturahman, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur yang mendalam.
Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dengan jumlah bantuan dana sebesar Rp3.458.000.000,00. Sumber dana berasal dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender untuk rehabilitasi ruang kelas sebanyak 7 lokal, perpustakaan, 3 MCK, ruang administrasi, serta penataan lingkungan sekolah,” ungkapnya.

SMP IT Al-Qohhariyyah berdiri melalui beberapa fase. Fase pertama dimulai di madrasah pada tahun 2008, kemudian alhamdulillah baru memiliki bangunan sendiri pada tahun 2010 di bawah naungan Yayasan Al-Qohhariyyah, hingga akhirnya mendirikan SMK Al-Qohhariyyah pada tahun 2014. Untuk tahun ajaran 2026/2027 saat ini, jumlah siswa-siswi SMP IT Al-Qohhariyyah sebanyak 140 orang dengan 16 tenaga pendidik.
Berlatar belakang pendidikan pesantren, sekolah ini lebih mengutamakan pendidikan keagamaan dengan mendidik anak-anak menggunakan kurikulum berbasis pesantren yang menjadi ciri khasnya. Untuk kegiatan ekstrakurikuler, sekolah menyediakan kegiatan umum seperti Pramuka, marching band, serta olahraga sepak bola, bola voli, dan bola basket. Sementara itu, untuk prestasi tingkat kabupaten, sekolah ini meraih peringkat pertama pada ajang Cipta Puisi. Diharapkan, dengan fasilitas yang menunjang, sekolah dapat menghadirkan prestasi yang lebih baik, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan amanah berupa bantuan untuk menunjang pendidikan di SMP IT Al-Qohhariyyah. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan dapat menambah semangat anak-anak didik untuk belajar dan membuat tenaga pendidik/guru merasa nyaman dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Semoga bantuan revitalisasi ini dapat mendorong siswa-siswi di sekitar untuk berbondong-bondong mendaftar, serta mendorong para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya ke SMP IT Al-Qohhariyyah pada tahun ajaran berikutnya. Keberadaan bangunan baru dan fasilitas yang menunjang tentu akan menjadi daya tarik tersendiri, terlebih didukung oleh tenaga pendidik yang berkompeten,” ujar Iqbal.
Apresiasi juga disampaikan atas perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan pendidikan di Bandung Barat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Bagi pihak sekolah, bantuan pemerintah ini sangat berarti karena apa yang dibangun saat ini merupakan upaya melahirkan calon pemimpin bangsa di masa depan, khususnya bagi Kabupaten Bandung Barat.
”Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen, serta tidak lupa terima kasih kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat yang telah membantu kami sehingga kami berkesempatan mendapatkan revitalisasi dan perhatian yang sangat besar melalui berbagai program nyata. Sekolah kami mendapatkan rehabilitasi kelas serta fasilitas tambahan lain yang tentunya akan membangun masa depan anak-anak kita,” lanjutnya.

Dampak revitalisasi dirasakan secara nyata oleh SMP IT Al-Qohhariyyah sebagai salah satu satuan pendidikan penerima manfaat. Iqbal menuturkan bahwa program revitalisasi telah menghadirkan semangat baru bagi seluruh warga sekolah sekaligus meningkatkan kualitas layanan pembelajaran. Sebelum revitalisasi, pemanfaatan perpustakaan belum berjalan optimal karena keterbatasan fasilitas.
”Dengan adanya revitalisasi satuan pendidikan, apa yang kami rasakan saat ini justru menghadirkan semangat baru bagi sekolah kami. Penggunaan gedung dan bangunan baru menjadi lebih maksimal karena didukung oleh sumber pembelajaran yang sangat memadai, sehingga siswa-siswi maupun guru merasa sangat terbantu. Selain itu, kenyamanan serta fasilitas yang dapat kami nikmati bersama, seperti MCK dan fasilitas pendukung lainnya, sangat membantu proses perkembangan pendidikan ke depannya,” terang Iqbal.
Pihak sekolah mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pemerataan mutu pendidikan di berbagai daerah. Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk sekolah-sekolah yang berada di pelosok negeri.
“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dan Mendikdasmen, Bapak Abdul Mu’ti, atas komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Kami juga berkomitmen untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya sebagai amanah untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Program revitalisasi ini memungkinkan peserta didik memiliki ruang belajar yang lebih memadai untuk bereksplorasi dan mengembangkan keterampilan dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif. Revitalisasi yang menjangkau sekolah swasta menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Melalui penguatan sarana dan prasarana pendidikan, setiap peserta didik diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa memandang status penyelenggara satuan pendidikan. (Nagon )
