

Medan, hariandialog.co.id.| – Dalam upaya memperkuat ketahanan bangsa dan membentengi generasi muda dari pengaruh paham komunisme serta radikalisme, sebuah dialog Publik lembaga Independent Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara LIPPSU awal tahun digelar di Warkop Agam Komat Jalan Amaliun Kota Maksum Medan Sabtu Pagi 1 Januari 2025
Kegiatan ini menghadirkan berbagai Narasumber
ir Awaluddin thayab M. Sc, Andri Ridwan SH. MH., Dr. Shohibul Ansor M. Si. Pengamat Politik, Dr. M Joharis Lubis, Pengamat Pendidikan MH. M.Pd serta Para peserta undangan yang Hadir Anto Geng Pemred Media Koran Sumut 24.co.id, ketua LSM Penjara Sumut Sumut Adi Warman Lubis Mahasiswa dan
Pelajar SMA Negeri medan, akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda guna membahas strategi menghadapi tantangan ideologi yang berpotensi mengancam keutuhan bangsa.
Dalam sambutannya, Azhari A. M Sinik Direktur Eksekutif LIPPSU dildampingi sekretaris nya Hara P. Oloan Sihombing sebagai penyelenggara menekankan pentingnya pemahaman sejarah dan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda. “Ketahanan bangsa tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui kesadaran masyarakat, terutama kaum muda, untuk memahami sejarah dan menjaga ideologi Pancasila,” ujarnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini mengangkat berbagai aspek, termasuk peran pendidikan, media sosial, serta organisasi kepemudaan dalam menangkal infiltrasi paham komunisme dan radikalisme di Sumatera Utara ujarnya
Para narasumber juga mengingatkan bahwa penyebaran ideologi tersebut seringkali dilakukan melalui propaganda digital, sehingga penting bagi generasi muda untuk memiliki literasi digital yang kuat.
Ditempat yang sama kaban Kesbang pol Provinsi Sumut Bapak Ir. Ardan Noor MM, diwakili Oleh Ory Kurniawan, S.STP Kabid Analis kebijakan Ahli Muda mengatakan ….
Dalam kesempatan itu juga Salah satu Narsum Dr. Shohibul Ansor siregar
Mengungkapkan…
Salah satu peserta Pelajar SMA dalam dialog tersebut Irpandi menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membuka wawasan tentang ancaman ideologi asing. “Kami sebagai generasi muda harus lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan,” katanya.
Dengan adanya dialog publik ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun ketahanan nasional yang kokoh guna menghadapi berbagai ancaman ideologi yang dapat merusak tatanan sosial dan kebangsaan. (Emmar)
