
Indramayu,hariandialog.co.id.-Nasib malang menimpa rombongan Kepala SDN 2 Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Uang tunai dengan total Rp165 juta raib digondol pencuri dalam waktu kurang dari 15 menit saat korban tengah memperbaiki ban mobil yang kempes mendadak di Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, pada Rabu (4/2/2026) sekira pukul 15.45 WIB. Menurut korban, Burhanudin, SPd., peristiwa bermula saat rombongan yang terdiri dari tiga orang, termasuk dirinya, guru dan pemilik mobil Didi Haryanto, baru saja mencairkan dana Bantuan Sekolah (BOS) dari Bank BRI Cabang Indramayu. Setelah keluar dari bank, mobil yang dikendarai melaju menuju arah pulang. Namun, setibanya di wilayah Desa Larangan, ban mobil mendadak kempes. Ketiga penumpang kemudian turun untuk memeriksa dan memperbaiki ban tersebut.
“Ban mobil seperti bocor pas di masjid Desa Larangan. Terus kami menepi untuk melihat keadaan ban mobil, melihat lokasi yang pas untuk lakukan perbaikan, kita semua turun untuk melakukan perbaikan,” kata Burhanuddin.
Baru sekitar lima belas menitan, lanjutnya, ia kaget melihat tas miliknya yang ada di kursi depan tidak ada. Lalu ia masuk ke mobil dan melihat semua uang yang baru diambil dari bank BRI juga raib. “Jumlahnya sekitar Rp 165 juta, dana bantuan SDN Krimun 2 ada Rp 68 juta, dana bantuan SDN Tamansari Rp 50 juta dan dana pribadi saya ada Rp 47 juta yang sebelumnya disimpan di dalam tas saya,” ungkapnya.
Kejadian ini menjadi catatan kriminal spesialis karena hal ini diduga kuat para pelaku telah membuntuti korban sejak dari bank dan menggunakan modus paku untuk menggemboskan ban mobil korban. Saat para korban lengah dan fokus memperbaiki ban, pelaku dengan cepat mengambil tas berisi uang total Rp 165 juta yang ditinggalkan di dalam kabin mobil.
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwajib dan pihak sekolah pun dikabarkan kini tengah berupaya melakukan koordinasi lebih lanjut terkait hilangnya dana bantuan itu.(Muradi).
