Jakarta, hariandialog.co.id.- Direktur Consumer Bank Bank Tabungan
Negara (B BTN) Hirwandi Gafar mengatakan, pembangunan perumahan yang
dibiayai Bank BTN memiliki lokal konten atau Tingkat Komponen Dalam
Negeri (TLDN) yang cukup tinggi.
Hirwandi mengatakan, saat memasuki proses pembangunan,
rumah subsidi untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) ini
serapannya sangat tinggi. Sektor industri terkait rumah ini akan
bergerak naik dan akan tumbuh. “Oleh karena itu, kita juga support
untuk pembiayaan baik developer maupun UMKM bidang perumahan.” ujar
Hirwandi seperti dikutip kontan.
Sektor perumahan dinilai menjadi industri yang paling besar
menggunakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam membangun
rumah. Khusus rumah subsidi, TKDN yang digunakan bisa mencapai 90%
hingga 100%.
Pengamat Ekonomi Benjamin Gunawan mengatakan, sektor perumahan
subsidi sangat mendukung penggunaan produk dalam negeri seperti yang
diminta oleh Presiden Jokowi. Untuk itu, pemerintah perlu menggenjot
lagi produksi rumah subsidi agar bisa lebih besar lagi. “TKDN sektor
perumahan, untuk rumah menengah ke bawah (subsidi), TKDN berada dalam
rentang 90% hingga 100%. Bahkan banyak yang 100% khususnya rumah
subsidi. Kalaupun ada komponen dari luar biasanya baja ringan atau
produk seng yang terkadang ditemukan merek dari luar,” ujar Benjamin,
Selasa (5/4).
Menurutnya, jika pemerintah mengalokasikan dana yang
lebih besar lagi untuk mendukung pembangunan rumah subsidi maka
industri dalam negeri khususnya yang terkait sektor perumahan akan
bangkit. Apalagi sektor perumahan ini berdampak atau menciptakan efek
berganda terhadap 174 industri turunannya.
Dia mengatakan, jika banyak yang menggunakan komponen dalam
negeri maka uangnya akan berputar di Indonesia dan bisa menggenjot
pertumbuhan ekonomi. Sedangkan jika banyak yang menggunakan komponen
impor maka uang akan lari keluar negeri.
Sementara berbeda dengan sektor perumahan mewah. Benyamin
bilang, penggunaan TKDN tidak sebesar rumah subsidi. “Untuk membangun
pondasi, tembok ini memang bisa 100% menggunakan produk dalam negeri.
Tetapi begitu bicara keramik, plavon, rangka baja atau genteng,
ditambah lagi kebutuhan lain seperti lampu hias, kran air, atau
kebutuhan lainnya, di sini barang barang impor terkadang kerap
dijumpai, di rumah mewah” ujarnya seperti ditulis kontan. (pitta).
