Tasikmalaya, hariandialog.co.id.-– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan uang tabungan sebesar Rp 400 juta milik almarhumah Kanaya Whu Vokalis grup musik Emka 9, kepada pihak keluarga di Tasikmalaya.
Uang ratusan juta ini merupakan hasil jerih payah almarhumah yang dikumpulkan selama menjadi bagian dari tim musik pengiring sang Gubernur Jawa Barat sejak tahun 2019.
Adapun Kanaya Whu ini telah menjadi bagian tim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sejak menjabat Bupati Purwakarta, Anggota DPRD RI hingga sekarang sebagai Gubernur Jawa Barat.
Kanaya Whu yang memiliki nama lahir Wulan Istimaharani adalah vokalis grup musik Emka 9 yang populer karena sering menyanyikan lagu-lagu Sunda ciptaan Dedi Mulyadi.
Kanaya meninggal dunia pada Minggu, 13 September 2026 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Ia berpulang setelah berjuang melawan penyakit kanker ganas.
Penyerahan uang tabungan Kanaya Whu ini dilakukan usai KDM menghadiri pemakaman Kanaya Whu di tanah kelahirannya, di Kampung Mekarsari RT 01/05, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026) siang.
Lokasi pemakaman pun berada di tanah keluarga yang lokasinya hanya berjarak 500 meter dari kediaman almarhumah Kanaya Whu alias Wulan Isti Maharani (36).
“Saya mau menyampaikan rezeki Kanaya yang selama ini di simpan di Gubernur Jabar Rp400 uta mudah mudahan tiasa manfaat buat ibunya serta sodaranya (bisa manfaat bagi ibu serta saudaranya),” ungkap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada Tribun Jabar.

USUNG KERANDA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menggotong keranda jenazah Kanaya vokalis grup musik Emka 9 menuju tempat pemakaman keluarga, tepatnya di Kampung Kampung Mekarsari, RT 01/05, Desa Sukajadi, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026). (Tribun Jabar/Jaenal Abidin)
Menurutnya, almarhumah sudah menjadi tim jiwa spirit Jawa Barat. Karena sudah lama ikut berkeliling dari tatar sunda Jawa Barat hingga Papua.
“Beliau, tim jiwa spirit kami dari saya waktu jadi bupati purwakarta, anggota dpr ri. gubernur jabar anjeuna nyarengan (beliau terus bersama),” kata Dedi sambil terisak air mata di hadapan makam Kanaya., tulis tribune. (lumsim-01)
