Jakarta, hariandialog.co.id.- Habib Rizieq Shihab membeberkan kabar
terbaru di mana pihaknya mengklaim telah mendapatkan mobil yang
dipakai para pengawalnya sebelum peristiwa KM 50 berlangsung.
Rizieq dan pihaknya pun akan berusaha habis-habisan agar
kasus ini masuk ke pengadilan HAM agar terang benderang mengenai apa
yang terjadi pada 6 pengawalnya yang tewas oleh oknum aparat dan telah
disebut sebagai unlawful killing.
Ia pun dihadapan jamaahnya terus memberikan optimisme agar
kasus ini selesai secepatnya, kalau pun tidak, maka menurutnya
kebenaran akan terungkap kapanpun itu. “Kami akan berjuang “kepala
jadi kaki, kaki jadi kepala”, Peristwa tersebut harus dibawa ke
pengadilan HAM. Tidak berhasil di rezim ini, rezim ini akan berganti
insya Allah. Mudah-mudahan kIta dapat rezim yang baik yang akan
memberikan keadilan,” ujar Habib Rizieq sebagaimana disiarkan di kanal
Youtube Islamic Brotherhood TV, dikutip Jumat (11/11/22) seperti
ditulis warta Ekonomi.
“Tidak dapat kita keadilan di dalam negeri, jangan putus asa!
Masih bisa kita angkat ke forum luar negeri. Tidak juga diangkat ke
luar negeri, jangan putus asa! Sampai jumpa di pengadilan akhirat!
Allah tidak lalai,” tambahnya.
Mengenai alasan mengapa pihaknya bakal serius membawa kasus
ini ke pengadilan HAM, Rizieq mengungkapkan terdapat banyak kejahatan
yang dialami para pengawalnya.
Rizieq pun mengungkapkan bahwa apa yang terjadi pada 6 pengawalnya
yang tewas merupakan pelanggaran HAM berat karena mengandung unsur
unlawful killing, extra judicial killing, obstruction of justice, dan
abuse of power. “Ini semua pelangaran HAM, bukan sembarangan
pelanggaran HAM, HAM berat! Kenapa? Karena ada 4 norma yang dilanggar
yang telah menyebabkan 6 warga sipil tidak bersalah kehilangan nyawa.
Diperlakukan secara keji dan biadab, melanggar hukum,” ujar Habib
Rizieq.
Karenanya, Rizieq menganggap semua yang terlibat dalam tewasnya 6
warga sipil ini harus diseret ke pengadilan HAM, bukan pengadilan
biasa. “Sehingga mereka harus diseret ke pengadilan HAM seluruh
genk KM 50 yang terlibat dalam pembantaian KM 50, nggak boleh dibawa
ke pengadilan biasa,” tambah Rizieq.
Rizieq pun menyatakan akan menyimpan bukti mobil yang dipakai
6 pengawalnya yang tewas dalam peristiwa KM 50. “Insya Allah akan
kita simpan dengan baik sampai keadilan ditegakkan,” ujar Habib
Rizieq. (bing).
