
Deli Serdang, hariandialog.co.id
Amarah warga Galang dan Tanah Abang yang sudah diubun-ubun akibat jalan rusak bertahun-tahun akhirnya mereda. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dipastikan menggelontorkan dana fantastis sebesar Rp14,8 miliar untuk menyulap ruas Jalan Provinsi Tanah Abang–Galang hingga batas Serdang Bedagai menjadi mulus kembali.
Selama ini, jalur tersebut bak jalur neraka bagi pengendara. Lubang menganga dan jalanan bergelombang menjadi pemandangan sehari-hari yang mengancam nyawa. Biang keroknya? Apalagi kalau bukan truk-truk raksasa pengangkut tanah overload yang bebas melenggang saban hari.
Saking frustrasinya dengan kondisi jalan yang terus memburuk, warga setempat ternyata sempat merencanakan aksi protes yang tak biasa dan berpotensi viral.
Tokoh masyarakat Galang, H. Nurdin Barus alias Sipoda, membocorkan bahwa warga sempat berniat menutup total akses jalan dengan cara yang ekstrem.
“Beberapa waktu lalu muncul ajakan dari warga untuk menutup jalan dengan mendirikan pentas di badan jalan, terutama di kawasan Lingkungan IV Kelurahan Galang. Kekecewaan masyarakat sudah sangat besar,” ungkap Sipoda.
Beruntung, rencana aksi konser protes itu batal terlaksana setelah angin segar mengenai kepastian proyek perbaikan akhirnya berembus ke telinga masyarakat.
Berdasarkan data pengadaan resmi, proyek Peningkatan Struktur Jalan Provinsi ini dimenangkan oleh PT Cipta Karya Nusantara, perusahaan asal Kota Medan.
Dari pagu anggaran Rp15 miliar, proyek ini deal dengan nilai kontrak sekitar Rp14,8 miliar. Dengan angka sebesar itu, masyarakat kini menuntut kualitas jalan yang premium dan tahan lama.
Meski menyambut baik proyek ini, warga tidak mau kecolongan lagi. Sipoda mengingatkan bahwa perbaikan ini akan sia-sia jika pengawasan terhadap truk bertonase monster diabaikan. Warga memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha material.
“Kami berharap muatan kendaraan disesuaikan dengan kapasitas agar tidak kembali merusak jalan yang dibangun menggunakan anggaran negara,” tegas Sipoda.
Kini, masyarakat Deli Serdang hingga perbatasan Sergai tengah mengawal ketat realisasi proyek ini. Mereka berharap, mulusnya jalan ini nantinya tak hanya menyelamatkan nyawa pengendara, tetapi juga mendongkrak kembali urat nadi perekonomian dan distribusi pertanian yang sempat lumpuh.(HM)
