Jakarta, hariandialog.co.id.– “Benar benar gila ini pemerintah.
Semua semua naik dan paling parah Bahan Bakar Minyak jenis Pertamax
Ganti harga dari kemarin Rp.12.300 hari ini sudah diganti menjadi
Rp.16.250,” kata Muhammad ketika mengisi BBM di SPBU Pancoran, Jakarta
Selatan.
“Dollar naik dan biaya kebutuhan negara dan yang akan di
korupsi kurang persediannya yah diciptakan ganti harga BBM. Kita mau
isi partalite kurang pas. Jadi benar-benar pemerintah tidak melindungi
warganya apalagi mensejahterakannnya,” lanjut Muhammad yang mengaku
mau jemput saudara di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Petugas SPBU menyebutkan pihak PT Pertamina resmi mengganti
harga dua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai 10 Juni
2026. Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi Pertamax (RON 92) dan
Pertamax Green (setara RON 95) mulai Rabu, 10 Juni 2026.
Di DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax (RON 92) mulai
10 Juni 2026 dibanderol Rp 16.250 per liter, naik Rp 3.950 per liter
dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.
Sementara harga BBM Pertamax di Pertashop kini dibanderol Rp
16.150 per liter.
Untuk Pertamax Green 95 kini dibanderol Rp 17.000 per liter,
naik Rp 4.100 per liter dari sebelumnya dibanderol Rp 12.900 per
liter.
Memang bila dirurut ke belakang, Ini merupakan kenaikan harga
BBM Pertamax perdana setelah lonjakan harga minyak dunia akibat perang
Israel-Iran pecah sejak 28 Februari 2026 lalu. Ketika harga BBM non
subsidi lainnya sudah mengalami kenaikan harga sejak 18 April 2026
lalu, harga BBM Pertamax masih belum mengalami penyesuaian harga.
Berikut daftar harga BBM di SPBU Pertamina, berlaku mulai 10 Juni 2026:
Solar Subsidi Rp 6.800 per liter, tetap.
Pertalite Rp 10.000 per liter, tetap.
Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.
Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter, tetap.
Dexlite Rp 23.000 per liter, tetap,
Pertamina DEX Rp 24.800 liter, tetap, (tob-01)
