Jakarta,hariandialog.co.id. – Jaksa Agug Muda (JAM) Pidsus Dr Febrie Adriansyah meminta seluruh jajaran pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan baik itu yang ada di Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri untuk bekerja secara baik,professional, teliti dan cermat dalam menangani segala perkara tindak pidana korupsi.
“Jangan pernah takut dan gentar dalam menghadapi serangan balik koruptor (Corruptor Fight Back) karena Bidang Pidsus merupakan etlase bagi reputasi dan tolak ukur keberhasilan penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan,” kata JAM Pidsus dalam arahannya pada acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Tahun 2022 yang mengambil tema “Pidsus Bangkit, bersama melangkah lebih kuat” di Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (27/09/22).
Dikatakan mantan Dirdik Pidsus Kejagung, dan mantan Kajati DKI Jakarta ini, belakangan ini penyidik Pidsus Kejagung tidak henti-hentinya membongkar dan menuntut tinggi kepada para tersangka kasus dugaan Korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah. Untuk itu tak perlu takut dan gentar menghadapi serangan balik para koruptor tersebut.
Dr Febrie Adriansyah juga memita jajaran Pidsus dimana –pun bertugas dalam membuat redaksional perkara dalam surat perintah penyidikan harus tepat dan jangan terlalu detail karena akan menyulitkan ketika akan dilakukan pengembangan perkara. Dan juga meminta jajaran Pidsus melakukan penggeledahan segera setelah dikeluarkannya surat perintah penyidikan. “Segera kuasai laptop dan HP, lakukan kloning untuk mendapatkan data yang dapat dijadikan sebagai alat bukti,” kata JAM Pidsus.
Selain itu, JAM Pidsus juga meminta mengoptimalkan penggunaan barang bukti elektronik (BBE) sebagai scientific evidence dengan menggunakan digital forensic.”Selanjutnya lakukan penguatan pembuktian dengan keterangan ahli yang relevan, Optimalisasi penyitaan aset dan penerapan TPPU dengan tujuan pengembalian dan pemulihan kerugian keuangan negara. Termasuk mencermati kerugian perekonomian negara selain kerugian keuangan Negara,” kata Febrie Adriansyah.
JAM Pidsus pun mengatakan, Bapak Jaksa Agung berulang kali menegaskan bahwa beliau belum percaya apabila ada suatu daerah pada saat ini 100% bebas dari kejahatan korupsi dan inilah yang menjadi tantangan bagi seluruh jajaran Pidsus untuk mengungkap semuanya.“Kita semua harus yakin bahwa kita bisa,” ujarnya secara tegas.
Untuk itu, JAM Pidsus juga meminta dalam momen rakernis ini, kepada seluruh jajaran Pidsus di seluruh Indonesia untuk ikut menjaga kondisi tetap stabil dan mencermati kondisi di wilayahnya apabila ada dugaan terjadinya tindak pidana korupsi pada sektor yang menjadi perhatian Presiden RI. “Segera cermati dan lakukan penindakan secara profesional dengan tetap menjaga integritas, publikasikan ke berbagai media sebagai bentuk transparansi sehingga terlihat nyata upaya kita semua untuk menyelamatkan negara kita yang tercinta ini dari tangan-tangan kotor para koruptor,” tutupnya. (Het)
