Jakarta,hariandialog.co.id. – Jerman tampil menjadi jawara Piala Dunia U-17 2023, usai menekuk Prancis lewat drama adu penalti 4-3 (2-2) di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (2/11) malam.
Jerman secara dramatis meraih gelar pertamamnya diajang Piala Dunia U-17, setelah berkiprah diajang sepakbola junior dunia pada tahun 1985. Prestasi ini sanga membanggakan bagi Jerman, untuk menyamai prestasi para senior mereka yang sudah meraih juata Piala Duani senior.
Sukses Jerman di final Piala Dunia U-17 sekaligus mengawinkan gelar denga Juara Eropa U-17 (EUFA U-17) yang mereka raih pada Mei-Juni 2023 lalu, dan di final mereka juga menumbangkan Perancis juga dengan adu penelti 5-4 (0-0).
Pada final Piala Dunia U-17 kali ini, sekaligus ulangan partai final Piala Eropa, Jerman tampil domina sejak minit awal. Bahkan Jermaqn sempat unggul 2-0 terlebih dahulu melalui gol Paris Brunner pada menit ke- 29 dan gol Noah Darvich pada menit ke-51.
Hanya dua menit berselang, Perancis mampu memperkecil ketinggalan, lewat gol Saimon Bouabre pada menit ke(53, setelah memanfaatkan umpan dari Nhoa Sangui, sekaligus meribah kedudukan menjadi 2-1.
Kedudukan 2-1 membuat laga berjalan semakin semakin sengit. Prancis lebih rajin menyerang mengejar skor. Namun memasuki menit ke-65, Jerman harus bermain dengan 10 pemain, setelah Winners Osawe mendapatkan kartu merah, karena mendapatka dua kali kartu kuning.
Kondisi mampu dimanfaatkan dengan baik tim Perancis, yang akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi imbangn 2-2 di menit ke-85, melalui gol Mathis Amougou, setelah memanfaatkan uman tarik Tidiam Gomis. Namun kedudukan imbangn ini bertahan hingga waktu normal berakhir.
Pada duel adu penalti, Jerman menunjukkan kematangannya, dari lima penembak mereka hanya dua pemain yang gagal mencetak gol. Sebaliknya Perancis dari lima penembak mereka, tiga pemainnya gagal menghasilkan gol, sehingga skor akhir menjadi 4-3 (2-2) untuk keunggulan tim Jerman.
Keberhasilan ini membawa Jerman U-17 akhirnya sukses mengawinkan gelar juara Piala Eropa U-17 dengan Piala Dunia U-17 2023. Ini menjadi gelar Piala Dunia U-17 perdana bagi Jerman.
Sebelumnya pencapaian terbaik Jerman diajang Piala Dunia U-17, adalah runner-up yang diperoleh sudah cukup lama, yaitu pada Piala Dunia U-17 pertama di 1985 di Beijing. Ketika itu Jerman yang masih menggunakan nama Jerman Barat kalah dari Nigeria 2-0 di laga final.
Pelatih Jerman, Christian Wueck pun mengatakan terima kasihnya untuk Indonesia. Dia bahagia setiap mereka bertanding di Jakarta, Bandung, Solo, dll. selalu bertemu dengan wajah-wajah yang ramah.
“Untuk pertandingan kami berada di pihak yang ada di atas angin dan jelas mendominasi pertandingan. Tapi, kehilangan kesempatan menjadi 2-0 di babak kedua. Meskipun begitu kami puas dengan penampilan di babak pertama,” katanya.
Diakuinya perubahan pada babak kedua yang dilakukan Prancis lah yang menurutnya membuat permainan timnya banyak kehilangan bola. “Tapi, kami jelas cukup bermain dengan tenang dan mentalitas yang bagus. Pemain tidak pernah menyerah saat tertinggal bahkan hingga tendangan pinalti terakhir. Saya bahagia dengan hasil ini,” tandasnya.
Selain menobatkan Jerman sebagai pemenang, beberapa pemain pun diberikan penghargaan. Untuk top skor diberikan kepada striker Argentina, Agustuin Ruberto yang telah mencetak 8 gol. Dia mendapatkan sepatu emas. Dia unggul atas Ibrahim Diarra dari Mali dengan 7 gol yang mendapat sepatu perak.
Kiper terbaik diberikan kepada kipper Perancis, Paul Argney. Dia mampu menjaga gawangnya clean sheet hingga 7 pertandingan di waktu normal dan baru di laga final ini gawangnya kebobolan. Sementara untuk predikat pemain terbaik, diraih kapten tim Jerman Paris Brunner mendapatkan golden ball award. (zal)
