foto ; Tim Vaksinator Dinas Pertanian dan Pangan bersama Satgas Penanganan PMK Kab. Badung mulai melakukan kegiatan vaksinasi PMK.
Denpasar, hariandialog.co.id – Untuk melakukan pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan mulai melakukan vaksinasi diawali dengan kegiatan pencanangan dan penyerahan vaksin dari Kementerian Pertanian bertempat di Sentra Ternak Sobangan, Selasa (6/7/22).
Disamping melakukan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan sapi, pihaknya juga berkoordinasi dengan Satgas PMK Badung melakukan penutupan sementara transaksi jual beli sapi di pasar Hewan Beringkit mulai tanggal 5 – 19 Juli 2022 untuk memutus mata rantai siklus penyebaran virus PMK. Hadir dalam acara pencanangan ini Deputi BNPB Pusat Brigjen Lukmansyah dan tim dari Kementan RI dan Satgas PMK Badung.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung, I Wayan Wijana di sela-sela pelaksanaan vaksinasi mengungkapkan, kegiatan vaksinasi merupakan salah satu langkah pemerintah mencegah penyebaran PMK. Pihaknya bersama-sama Satgas Penanganan PMK yang sudah dibentuk dengan melibatkan berbagai instansi akan terus melakukan upaya pencegahan.
Vaksinasi ini menyasar semua ternak sapi saat ini jumlahnya sebanyak 34.141 ekor. Namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan vaksin yang diberikan oleh pemerintah pusat. Untuk vaksinasi tahap awal ini, baru mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 1.000 dosis sesuai arahan dari Kementan difokuskan untuk desa dan kelurahan yang jaraknya 3 Km dari sumber penularan sehingga kegiatan vaksinasi PMK dalam minggu ini diprioritaskan di Kelurahan Kuta, Legian, Seminyak dan Kerobokan Kelod, selanjutnya diperluas agar menjangkau semua desa/kelurahan di Badung. (nani)
