Kajati DKI Jakarta Febri Ardiyansah saat memberikan sambutan
Jakarta, hariandialog.co.id- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta,Febri Ardiansyah SH.MH., menyatakan agar media sosial (Medsos) juga ikut berperan mendukung penuh program vaksinasi yang diadakan pemerintah. Termasuk mendukung penuh atas program ‘Vaksinasi Merdeka.
Hal tersebut dikatakan oleh mantan Dirdik Pidsus pada JAM Pidsus tersebut dalam sambutannya saat acara launching Gerakan Vaksinasi Merdeka yang digelar Minggu (1/8/21) di Balai Pertemuan Mapolda Metro Jaya.
Masih dikatakan Febri Ardiansyah dalam sambutannya, peran media sosial supaya mendukung penuh upaya vaksinasi melalui pemberitaan agar masyarakat mau menikuti vaksinasi sehingga tak perlu takut.
“Masyarakat agar jangan mempercayai berita-berita hoaks terkait hal-hal yang mengatakan vaksinasi tak halal, dan hal-hal lainnya yang membuat masyarakat takut untuk divaksinasi,” kata mantan Kajati NTT tersebut.
Acara tersebut juga dihadiri Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit bersama TNI dan juga unsur pemerintah lainnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadli, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Pangdam Jaya, dan Kajati DKI Jakarta.
Presmian Gerakan Vaksinasi Merdeka dalam rangka menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 tahun yang jatuh pada 17 Agustus 2001.Sehingga pelaksanaan percepatan vaksinasi massal diharapkan bisa mencapai 70 persen pas pada saat perayaan 17 Agustus 2021.
Sementara itu Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit dalam sambutannya mengatakan, strategi vaksinasi massal bisa mencapai 70 persen, maka perlu pengorganisasian dan strategi baik seperti yang akan dilaksanakan di Jakarta yaitu melakukan “GerakanVaksianasi Merdeka,” ujar Kapolri.
Perlu untuk diketahui, dengan adanya gerakan vaksinasi di Jakarta akan diselenggarakan di 668 titik Gerai Vaksinasi yang tersebar di 900 RW yang melibatkan 4.500 relawan yang terdiri dari 1.800 tenaga medis, dokter pelaksana screening dan vaksinator. Dan juga sebanyak 2.700 orang tenaga non medis, observatory dan input administrasi.
Untuk itu maka target yang akan dicapai yaitu 200 suntikan per- RFW per hati 1 Agustus 2021, sehinga bisa mencapapai 3.060.000.- suntikan pada saat hari Kemerdekaan RI ke-76. (Het)
