Bogor, hariandialog.co.id.- Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro
mengungkapkan lebih dari 100 orang tewas akibat truk tambang dan
kerusakan jalan di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Rio saat bertemu dengan Gubernur Jawa
Barat terpilih Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Dia menuturkan angka 100 orang itu diperolehnya saat dia
menjabat sebagai Kapolres hampir 2 tahun. “Kelalaian pengemudi dan
jalan rusak menimbulkan korban jiwa sangat banyak, 100 orang lebih,”
kata Rio dalam diskusi yang diunggah akun resmi Instagram, Minggu, 9
Februari 2025.
Dia menuturkan dalam data yang dimilikinya, sejumlah
penyebab kecelakaan hingga mengakibatkan warga tewas itu adalah muatan
truk yang berlebihan, kontur jalan hingga jalan yang rusak. Selain
itu, kata dia, penerangan jalan yang minim menjadi salah satu penyebab
pula.
Oleh karena itu, Rio juga mengatakan pihaknya meminta
bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait dengan persoalan
tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Dedi mengatakan komitmennya untuk
membangun jalan khusus tambang dan perbaikan jalan provinsi. Selama
ini, truk tambang menggunakan jalan warga yang notabene adalah jalan
provinsi.
Jalan provinsi yang akan diperbaiki adalah jalan dari
Kecamatan Cigudeg sampai Kecamatan Parung Panjang. “2026 kami sudah
oke, akan dibangun jalur khusus tambang,” kata Dedi dalam pertemuan
tersebut.
Gubernur itu juga mengatakan pihaknya akan memaksa Kepala
PU Jawa Barat untuk membangun jalan provinsi lebih dahulu karena
kondisi yang rusak oleh truk tambang. Jalan tersebut diperkirakan
menghabiskan dana sekitar Rp48 miliar.
Setelah jalan provinsi, Dedi menuturkan pihaknya akan
membangun jalan khusus tambang untuk mengantisipasi kecelakaan ke
depan. “Tidak boleh ada lagi duka dan luka di Parung Panjang,” kata
Dedi.
Diketahui, truk-truk bermuatan batu setiap hari mondar-mandir
di kawasan Parung Panjang walaupun belum memasuki jam operasional
resmi sesuai Peraturan Bupati Bogor Nomor 160 Tahun 2023. Jam
operasional resmi adalah jam 22.00-05.00 WIB.
Namun, banyak warga Parung Panjang yang mengeluhkan truk
tambang tersebut sudah beroperasi sejak siang hari dan mengakibatkan
kemacetan, tulis cnni. (kiano-01)
