Kapolres Sergai bersama Wabup Sergai berikan bantuan Tali Asih pada Warga terdampak pasca hujan deras dan angin puting beliung
Sergai – hariandialog.co.id Hujan deras disertai angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Jumat malam (22/8/2025) sekitar pukul 19.30 WIB, menyisakan duka bagi ratusan warga.
Sebanyak 350 unit rumah dilaporkan rusak berat maupun ringan di delapan desa terdampak. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian, Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu, S.I.K., M.H bersama Wakil Bupati Serdang Bedagai H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, M.SP turun langsung ke lokasi pada Sabtu (23/8/2025) untuk memberikan bantuan tali asih berupa sembako dan material bangunan.
Kehadiran jajaran Forkopimda dan Forkopimcam Teluk Mengkudu ini sekaligus menjadi wujud sinergi pemerintah dan aparat keamanan dalam meringankan beban warga.
Sejak pagi, rombongan yang dipimpin langsung Kapolres dan Wabup Sergai bergerak meninjau sejumlah desa terdampak.
Pukul 11.00 WIB, Forkopimcam Teluk Mengkudu tiba di Desa Bogak Besar. Mereka membantu membersihkan rumah warga yang tertimpa pohon sekaligus menyalurkan bantuan sembako.
Pukul 12.25 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Sentang untuk menyalurkan bantuan sosial kepada warga.
Pukul 15.29 WIB, Wakil Bupati tiba di Desa Pasar Baru, kemudian dilanjutkan ke Desa Pekan Sialang Buah pada pukul 15.41 WIB, untuk menyerahkan bantuan secara simbolis.
Agenda ditutup dengan kunjungan ke Dusun III Pematang Guntung, salah satu desa yang cukup parah terdampak.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopimda, antara lain Wakapolres Sergai Kompol Mukmin Rambe, Kadis Sosial Arianto, Camat Teluk Mengkudu Rizki Abdullah Nasution, Kapolsek Teluk Mengkudu AKP Desman Manalu, Danramil 09/TM Kapten Czi M. Pardosi, serta perwakilan dari PT. Socfindo Mata Pao.
Berdasarkan data resmi, delapan desa di Teluk Mengkudu terdampak cukup serius, di antaranya Desa Pematang Guntung (31 unit rumah), Desa Sentang (49 unit rumah), Desa Makmur (7 unit rumah), Desa Pematang Kuala (4 unit rumah), Desa Bogak Besar (36 unit rumah), dan Desa Sialang Buah yang menjadi desa paling parah dengan 168 unit rumah rusak.(Jhonny)
