Ubud-Bali- hariandialog.co.id-Deputy Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap mengungkapkan investasi Indonesia kedepan paling diminati anak-anak muda yang umurnya di bawah 30 tahun,ke depan pasti mengalami peningkatan penghasilan dan pendapatan tentu saja seiring dengan kemampuan yang tersangkutan memasukkan dananya lebih banyak investasi di pasar modal.
“ Jadi saya positif ke depan Akan makin besar marketnya di bawah usia 30 tahun, 50 % lebih kemudian berurutan 31,40 dia 24,85 persen kemudian semakin tua semakin sedikit, “ jelas . Eddy Manindo Harahap, saat Media Gathering Sabtu ( 15/11 ) di Ubud- Bali
Walaupun dilihat nilai asetnya makin ke bawah makin besar, otomatis orang-orang yang sudah makin dewasa pasti sudah mapan bisa masuk lebih banyak. Tapi tentu berharap yang di atas 54,20 persen yang di bawah 30 tahun i mereka akan turun ke bawah, dan tentu saja nilai asetnya akan membesar.
Mereka ini, kata Eddy dari sisi sebaran tentu saja investornya di Pulau Jawa paling besar hampir 70 persen. Kemudian Sumatera, Sulawesi baru Kalimantan.Kemudian Bali, NTB, NTT terakhir Maluku, Papua dan daerah lainnya.
“ Saat ini kita kan punya industri relatif masih baru yaitu keuangan derivatif. Ada tiga bursa disini IDX, JFX, dan ICDX. perkembangannya termasuk juga bursa karbon memang relatif baru tapi menunjukkan terus peningkatan Dalam proses perdagangan di bursa karbonnya.
Untuk potensi pengembangan pasar keuangan dibandingkan dengan negara regional market kapitalisasi Indonesia paling tinggi dibandingkan dengan Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina itu Indonesia jauh di atas mereka,” Nomor satu kita market kapitalisasi
Tapi kalau market cap to GDP kita masih punya potensi cukup tinggi, dan paling paling tinggi Malaysia dan market cap dibandingkan GDP Malaysia i09,49 persen, ‘ ujar Eddy.Ia menyebut, Singapura, Thailand, Vietnam, kemudian baru Indonesia 65,24 persen.
Tapi data terakhir sudah 69 persen. Mungkin dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa di atas 70 persen.Paling tidak Indonesia bisa menyusul Vietnam dalam waktu dekat.
Untuk target-target berdasarkan RPCN 2025-2029.target kapitalisasi market cap to DGP 2029 , 68 persen, ada dua,target RPCN berdasarkan roadmap pasar modal Indonesia 2023-2027 oleh OJK. target roadmap pasar modal Indonesia kapital pasar di atas 15 triliun atau 71 persen terhadap BBB. Dengan jumlah pusat tercatat 1100 pusat.Kemudian target rata-rata nilai transaksi harian itu 25 triliun per hari. Jumlah investor di atas 20 juta. Kemudian nilai dana kelolaan target Indonesia adalah 1000 triliun.
Progres per 7 November 2025. Itu sekarang berada di posisi 19,18 persen terhadap PDG, GDP.Dan itu sudah di atas target RPCNM. Tapi sedikit lagi menyentuh target roadmap pasar modal Indonesia.Jumlah perusahaan tercatat ini posisi ada di 1017 perusahaan.Sementara target 1100. Berarti harus mengejar 83 perusahaan.
Kemudian nilai transaksi harian sekarang rata-rata 16,6 triliun per hari, ada selisih target sekitar 8,36 triliun per hari masih harus kejar.Jumlah investor optimis karena sekarang posisi sudah 19,32 juta. Tinggal selisih 0,68 juta dari target capaian per 7 November 2025. Dan pengelolaan masih ada PR Karena sekarang baru mencapai 986,23 triliun.
“ Sementara target kita 1000 triliun. Jadi kita masih punya harus mengejar 13,77 triliun. Target pengembangan pasar modal Indonesia. Ada hal-hal yang sebenarnya sudah tercapai, “ papar Eddy
Eddy menyoroti tiga hal menarik, yakni Pertama sebentar OJK akan mengeluarkan POJK atau peraturan OJK tentang EDF Gold,Electronic Trading Fund dengan underlying emas. RPOJK sudah dalam proses drafting dan finalisasi. RPOJK rancangan peraturan OJK. ( NL )
