Jakarta, hariandialog.co.id.- — Komisi X DPR mengingatkan agar
langkah efisiensi energi seperti Work From Home (WFH) untuk menekan
BBM selama perang Iran dengan AS dan Israel tidak dilakukan di sektor
pendidikan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyebut
efisiensi energi di tengah dinamika global memang penting dilakukan.
Hanya saja, ia menilai bukanlah hal yang bijak jika dilakukan di
bidang pendidikan.
Lalu menegaskan pembelajaran tatap muka sangatlah penting bagi
para siswa agar kualitas pendidikan tetap terjaga dan terhindar dari
resiko learning loss akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Kami
menilai bahwa pembelajaran tatap muka memang harus tetap menjadi
prioritas utama,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (27/3).
Kapan Kepastian WFH ASN dan Karyawan Swasta Diumumkan?
Prabowo Panggil Airlangga dan Purbaya ke Istana di Tengah Wacana WFH
Ia mengingatkan ketika PJJ dilakukan selama era pandemi Covid-19
kualitas akademik hingga pembentukan karakter peserta didik lewat
pembelajaran daring sulit dioptimalkan.
Karenanya, ia meminta agar ke depannya jangan sampai ada lagi
wacana efisiensi pada sektor pendidikan dalam hal apapun. “Kebijakan
efisiensi energi tetap penting dalam merespons dinamika global. Namun,
keputusan untuk menjaga pembelajaran tatap muka adalah langkah yang
bijak, karena memastikan bahwa hak belajar siswa dan kualitas
pendidikan nasional tetap terlindungi,” katanya.
Wacana WFH ini bersamaan dengan konflik antara AS-Israel
dengan Iran yang berakibat pada ditutupnya Selatan Hormuz yang
berdampak pada kenaikan harga minyak dunia, tulis cnni. (dika-01)
