Jakarta, hariandialog.co.id.- Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif)
733/Masariku Letkol Inf M. Aminulah menyampaikan permohonan maaf yang
sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat atas kegaduhan yang
timbul di ruang publik akibat peristiwa tersebut. Ia juga menyampaikan
duka cita mendalam kepada keluarga korban.
“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Yonif
733/Masariku, saya menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling dalam
kepada keluarga almarhum Sukra Umagafur. Kami merasakan kesedihan yang
dialami keluarga, dan kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan
tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Aminulah di Sanana
Maluku Utara, Jumat (27/3).
Batalyon Infanteri (Danyonif) 733/Masariku menyampaikan
permohonan maaf atas insiden pemukulan oleh salah satu prajurit yang
mengakibatkan seorang warga meninggal dunia di Desa Umaloya, Sanana
Maluku Utara
Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 733/Masariku Letkol Inf
M. Aminulah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada
seluruh lapisan masyarakat atas kegaduhan yang timbul di ruang publik
akibat peristiwa tersebut. Ia juga menyampaikan duka cita mendalam
kepada keluarga korban.
“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Yonif
733/Masariku, saya menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling dalam
kepada keluarga almarhum Sukra Umagafur. Kami merasakan kesedihan yang
dialami keluarga, dan kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan
tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Aminulah di Sanana
Maluku Utara, Jumat (27/3).
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan awal, insiden yang
terjadi pada Minggu (22/3) itu bermula dari perselisihan antar-pemuda.
Adik dari prajurit berinisial Pratu SB terlibat perkelahian dengan
adik korban.
Perselisihan kemudian memuncak ketika rombongan keluarga
korban mendatangi rumah Pratu SB dalam kondisi emosi dan melakukan
protes keras di depan rumah saat prajurit tersebut sedang menjalani
cuti Lebaran.
Saat perjalanan pulang, adik Pratu SB diduga dihentikan dan
dikeroyok oleh sekelompok orang yang dipengaruhi minuman keras. Pratu
SB yang melihat kejadian itu berupaya melerai dengan memeluk adiknya,
namun justru ikut menjadi sasaran pukulan di bagian kepala dan leher.
Dalam situasi terdesak, Pratu SB kemudian memberikan pukulan
balasan yang mengenai wajah korban hingga terjatuh dan bagian belakang
kepalanya terbentur aspal. Korban sempat dilarikan ke RSUD Sanana
sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Danyon menegaskan bahwa TNI merupakan institusi yang lahir
dari rakyat dan untuk rakyat, sehingga setiap tindakan prajurit yang
mencederai nilai tersebut akan ditangani secara serius. “Kami pastikan
bahwa TNI tidak akan pernah menutupi fakta yang ada. Namun, mari kita
beri ruang bagi pihak terkait untuk bekerja melihat fakta-fakta secara
utuh dan objektif,” tegasnya, tulis cnni. (bio-01)
