Jakarta, hariandialog.co.id.- Korupsi atau manusia yang
menggerogoti keuangan negara semakin mengganas. Semua line sudah ada
korupsinya. Bukan hanya jalan umum saja tapi tempat menuju mendekatkan
diri ke Tuhanpun sudah di korupsi seperti pembangunan masjid dan
geraja serta tugu Nabi Isa.
Pemerintah melalui jajaran aparat penegak hukumnya sudah berbuat
semaksimal. Namun, tetap para penjahat yang tergabung dalam wadah
koruptor itupun tak kalah lihainya untuk meraup uang
sebanya-banyaknya. Tidak tanggungtanggung hasil karya tim Jaksa Agung
Muda Pidana Khusus, yang mengungkap korupsi dari anggaran Rp.10
triliun di korupsi Rp.8,2 Triliun di kasus proyek pembangunan BTS 4-G
di Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Menurut catatan akhir tahun yang dapat diungkapkan oleh masing-masing
lembaga anti korupsi seperti Kejaksaan Agung, KPK dan Kepolisian
selama di tahun 2023, cukup mengejutkan. Jumlah nilai yang
terselamatkan dari tiga intansi atau institusi pemberantasan korupsi
sebesar Rp.41 triliun. “Itu baru nilai jumlah yang terselamatkan atau
ketahuan dan belum terungkap bisa lebih besar,” kata salah seorang
pengacara senior Erik Paat.
Erik Paat menyebutkan, sepertinya peringatan Hari Anti Korupsi yang
seharusnya diamati dan diamini sebagai bentuk perhatian bahwa
Indonesia menolak atas tindakah-tindakan merugikan negara dan rakyat.
“Korupsi itu suatu perbuatan manusia yang tidak bermoral dan tindakan
yang sangat memalukan dan lebih jelasnya tindakan bertentangan dengan
hukum. Yah tetap ada dan marak korupsi karena ingin kaya dengan cara
gampang dan mudah. Bahkan, sepertinya sekarang ini korupsi adalah
tindakan sesuatu hal yang biasa. Rasa malu dan tindakan sanksi pidana
diabaikan,” terang Erik Paat yang mantan pengurus LBH Jakarta itu.
Seperti diketahui di akhir tahun catatan dari Kejaksaan Agung yang
menyebutkan dari kasus nilai total kerugian negara merugikan
perekonomian hingga Rp.144 triliun tapi baru bisa terselamatkan
sebesar Rp.21,141 triliun. Jumlah tersebut bukan hitungan tangan tapi
oleh yang berkompoten dibidangnya untuk kerugian negara.
Sementara di jajaran Kepolisian dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal
Listyo Sigit Prabowo mengatakan, uang negara yang terselamatkan Rp.3,6
triliun dengan jumlah pelaku nya ditetapkan sebanyak 887 orang
tersangka. Jumlah pelaku tindak pidana korupsi tersebut menurut
Kapolri naik sebanyak 228 orang bila dibandingkan tahun sebelumnya di
2022.
Jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibawah kepemimpinan Firli
Bahuri sebagai ketua untuk di semester pertama 2023 berhasil
menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp16,27 triliun.
“KPK dalam upaya untuk penyelamatan keuangan negara melalui Kedeputian
Koordinasi dan Supervisi sampai dengan Semester I 2023 telah melakukan
penyelamatan keuangan negara sebesar Rp16,27 triliun,” kata Firli pada
Konferensi Pers Kinerja KPK Semester I 2023 di Gedung Juang KPK,
Jakarta Selatan, Senin (14-8-2023) malam. (tob)
