Jakarta, hariandialog.co.id.- Akhirnya Presiden RI Prabowo
melantik Suharto sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung RI bidang Yudisial
setelah terpilih melalui pemilihan sesama Hakim Agung pada 10 Juli
2025. Pelantikan dilakukan di istana negaa pada Senin, 25 Agustus
2025.
Pengangkatan Suharto tertuang dalam Keputusan Presiden
(Kepres) Nomor 71/P Tahun 2025, tentang pemberhentian dan pengangkatan
Wakil Ketua MA Bidang Yudisial.
Setelah itu dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan
dihadapan Presiden RI Prabowo Subianto dan para undangan khususnya
dari jajaran Kabinet Merah Putih. Adapun lafal yang diucapkan “Demi
Allah saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban Hakim
Konstitusi dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan
menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan
selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945, serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ucap Suharto.
Acara pelantikan kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan
selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran
Rakabuming untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan terbatas.
Dalam acara itu turut hadir, Seskab Letkol Teddy Indra
Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Infrastruktur dan Pembangunan
Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko PM Abdul Muhaimin
Iskandar, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli
Hasan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo
Sigit Prabowo.
Hadir pula, Menag Nasaruddin Umar, Menlu Sugiono, Mentan
Amran Sulaiman, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendiktisaintek Brian
Yuliarto, Mensos Saifullah Yusuf, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin,
Menkomdigi Meutya Hafid, Menbud Fadli Zon, Wamentan Sudaryono,
Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo, dan lainnya.
Seperti diketahui Suharto adalah bagian mantan hakim
PN Jakarta Selatan bahkan juga merangkap sebagai humas. Saat di PN
Jakarta Selatan menjadi hakim satu majelisnya rekannya Artha Theresia
Silalahi yang kini menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung dan
Ahmad Shalihin kini Ketua Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau.
Memang pria yang berbadan gemuk ini karirnya melecit,
sejak meninggalkan PN Jakarta Selatan dipromosikan menjadi Wakil Ketua
PN Samarinda dan dilanjutkan menjadi Ketua PN Jakarta Pusat. Dan
sesuai waktunya dipromosikan menjadi hakim tinggi dan terus melaju
hingga masuk ke lingkungan Mahkamah Agung menjadi Hakim Agung.
Selamat bertugas sukses menyertai dan tetap ingat
lafal sumpah jabatan, dbs. (tobing)
