Jakarta, hariandialog.co.id/ – Tim SAR Gabungan mengerahkan total 15
kapal dan satu helikopter dalam operasi SAR hari keeenam terhadap
rombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selatan Sunda.
Rombongan itu menumpangi speedboat Arupadhatu 1 saat hendak meliput
aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak 15 kapal tersebut terdiri dari kapal Basarnas, TNI Angkatan
Laut, Kepolisian, dan juga unsur lainnya.
Tim SAR Gabungan membagi area operasi kapal itu menjadi lima sektor:
• Sektor V: 840 NM⊃2;, melibatkan KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk.
• Sektor W: 1.120 NM⊃2;, melibatkan KAL Anyer.
• Sektor Z: 809 NM⊃2;, melibatkan KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena.
• Sektor Y: 497 NM⊃2;, melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu.
• Sektor X: 681 NM⊃2;, melibatkan KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02
Banten, RIB 02 Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
Kasie Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto menjelaskan
selain itu Tim SAR Gabungan juga menyiagakan helikopter HR 3604
Basarnas.
Rizky mengatakan helikopter tersebut disiagakan Lanud Atang Sendjaja
Bogor karena berdasarkan hasil pencarian visual udara menggunakan
helikopter kemarin, jarak pandang yang didapat hanya 1,5 kilometer di
ketinggian 500 feet.
Sehingga bila memang memungkinkan tim SAR Gabungan akan mengerahkan
helikopter itu untuk melakukan pencarian di area seluas 2.063 NM⊃2;.
“Total alut yang melaksanakan pencarian hari ini ada 15 kapal dan 1
helikopter HR-3604 milik Basarnas,” kata Rizky dalam keterangan video
Kantor SAR Banten, Minggu (13/9/2026).
Selain itu, Rizky mengatakan Tim SAR Gabungan juga senantiasa
berkoordinasi dengan PVMBG terkait status Gunung Anak Krakatau.
Hingga saat ini status Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level
III (Siaga) hingga hari ini.
“Untuk luas area pencarian pada hari keenam total berjumlah 6.024
nautical mile persegi. Dengan dibagi enam sektor. Lima sektor itu
matra laut, kemudian satu sektor udara,” pungkas Rizky.
Temuan Objek
Tim SAR Gabungan menyampaikan, hasil pencarian korban terkait insiden
jurnalis hilang kontak, di perairan Selat Sunda, pada Sabtu
(12/9/2026) atau hari kelima belum menemukan titik terang.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, dalam
konferensi pers di Posko Informasi Pencarian, Banten, Sabtu malam.
Amrad menyampaikan, sebanyak 14 alat utama (alut) dikerahkan dalam
pencarian hari kelima.
Adapun lokasi pencarian dibagi menjadi 7 sektor.
“Hasil dari seluruh unsur gabungan yang melakukan pencarian, baik dari
TNI AL, Polairud, Basarnas Kantor SAR Banten, Jakarta, Lampung, hingga
Bengkulu, sampai saat ini untuk korban masih nihil,” ucap Amrad.
Meski demikian, Amrad juga menyampaikan, Tim SAR Gabungan di Kapal
Negara (KN) SAR Tetuka berhasil menemukan sejumlah objek, di sektor 5
atau selatan Gunung Anak Krakatau.
Penemuan itu, jelas Amrad, berupa satu buah jeriken, satu buah helm
dan dua life jacket.
Dua jurnalis Tribunnews.com, Ibriza Fasti dan Dwi Putra Kesuma ikut
dalam rombongan Tim SAR Gabungan di KN SAR Tetuka, pada Sabtu.
Berdasarkan pantauan langsung, KN SAR Tetuka melakukan lepas tali dari
Dermaga Pelabuhan Ciwandan, pada pukul 08.05 WIB.
Pencarian yang dilakukan KN SAR Tetuka dipimpin oleh Capt. Septa Arif Rohadi.
Kemudian, Pukul 10.05 WIB, tim menemukan jeriken minyak berwarna biru
pada koordinat 06° 02′ 71.61″ S – 105° 31′ 54.14″ E.
Pukul 12.33 WIB, tim menemukan helm berwarna merah pada koordinat 06°
18′ 84.6″ S – 105° 31′ 71.6″ E.
Selanjutnya, pukul 17.10 WIB, tim Menemukan life jacket berwarna
oranye pada koordinat 06° 11′ 12.17″ S – 105° 42′ 05.35″ E.
Pukul 18.09 WIB, tim menemukan life jacket berwarna merah pada
koordinat 06° 06′ 37.57″ S – 105° 47′ 41.04″ E.
Amrad menyampaikan, sejumlah temuan dari KN SAR Tetuka diserahkan
kepada pihak Kepolisian untuk identifikasi lebih lanjut.
Penemuan Life Jacket Pertama
Sebelumnya, pada Kamis (10/9/2026) sore, personel TNI AL dalam Tim SAR
Gabungan berhasil menemukan sebuah jaket pelampung (life jacket) dan
pelampung botol putih.
Temuan tersebut didapati terapung di sebelah barat perairan
Cikoneng-Labuan, Anyer, Banten.
Adapun kedelapan orang yang berada di dalam kapal tersebut meliputi
lima jurnalis media nasional dan internasional, yakni:
• M Bagus Khoirunnas (ANTARA)
• Ari Basuki (Merdeka.com)
• Yudistiro Pranoto (iNews.id)
• Firdaus Wajidi (Anadolu Agency)
• Donal Husni (jurnalis foto lepas)
Sementara tiga kru kapal yang mendampingi rombongan adalah:
• Warta (55) selaku nakhoda
• Sukarman (60) sebagai anak buah kapal (ABK)
• Heriyanto (49) selaku pemandu, tulis tribune. (bagus-01)
