Bengkulu, hariandialog.co.id.- Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
Muhammad Tito Karnavian memberikan atensi khusus terhadap capaian
realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sejumlah
pemerintah daerah.
Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD Tahun
2025, Tito menyebutkan Bengkulu termasuk dalam daftar provinsi dengan
realisasi pendapatan terendah. Rapat tersebut berlangsung secara
virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),
Jakarta, Kamis 8 Mei 2025 dan diikuti seluruh kepala daerah.
Berdasarkan data Kemendagri yang diolah hingga 7 Mei 2025,
Bengkulu mencatatkan realisasi pendapatan sebesar 9,85 persen,
menempatkannya di posisi keempat dari bawah.
Provinsi lain dengan performa serupa antara lain Papua
Pegunungan, Lampung, dan Papua Barat Daya.
Tito menegaskan pentingnya peran belanja pemerintah daerah
dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyampaikan, pengeluaran pemerintah dapat
meningkatkan jumlah uang yang beredar dan memperkuat daya beli
masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi nasional sangat bergantung pada
konsumsi rumah tangga yang kontribusinya lebih dari 50 persen. Belanja
pemerintah daerah menjadi pemicu utama sektor swasta untuk bergerak,”
ujar Tito dalam siaran pers Sabtu, 10 Mei 2025, tulis prbgklu.
(harun-01)
