Jakarta, hariandialog.co.id.- Mengenal 5 Bank Terbesar di Indonesia,
dari Bank Mandiri hingga BTN Dari ukuran aset, tercatat ada lima bank
yang masuk kategori bank terbesar di Indonesia. Kelima bank tersebut
antara lain, Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, dan BTN.
Bank Mandiri tercatat menduduki peringkat pertama sebagai
bank terbesar di Indonesia. Disusul oleh BRI, BCA, BNI dan BTN.
Bank terbesar di Indonesia menjadi salah satu kriteria yang dicari
oleh banyak orang. Terutama bagi mereka yang ingin menjadi nasabah,
atau ingin memperoleh pinjaman atau melakukan investasi.
Bahkan, banyak dari masyarakat yang mulai bertambah
eskalasi pendapatannya di setiap tahun juga mengincar posisi nasabah
prioritas. Pengukuran bank terbesar ini dapat dilakukan dengan
berbagai metode. Misalnya, dengan melihat kelompok bank berdasarkan
modal inti (KBMI), yang merupakan pengganti dari klasifikasi bank umum
kegiatan usaha (BUKU).
Hal ini berlandaskan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum. Namun, pengukuran bank
terbesar di Indonesia lebih mudah jika dilihat berdasarkan aset yang
dimiliki. Urutan bank dengan besaran aset terbesar bisa menjadi
kriteria, karena semakin besar aset suatu bank, maka muncul anggapan
bahwa kinerja bank tersebut semakin baik.
Dampak Ancaman Resesi Amerika ke Startup Indonesia
Mengenal Profesi Selebgram, Definisi dan Perlakuan Perpajakannya
Selain itu, semakin besar aset yang dimiliki, membuat bank mampu
meminimalisir resiko yang akan dihadapi ke depan, dan membuat
masyarakat percaya untuk menabung di bank tersebut.
Bank BTN Peringkat kelima bank terbesar di Indonesia
ditempati oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Sepanjang 2021, bank
yang dikenal sebagai spesialis penyalur kredit pemilikan rumah (KPR)
ini, mencatatkan total aset sebesar Rp 356,97 triliun, atau naik 12,9%
dibandingkan tahun sebelumnya. Per Desember 20221, BTN mampu
mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga 2,26% menjadi Rp 25,83
triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan, beban bunga turun 21,31% menjadi Rp 12,63
triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih melesat 44,72% menjadi Rp
13,2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, yang sebesar Rp 9,12
triliun. Beberapa hasil yang positif tersebut, turut mengankat kinerja
laba bersih BTN. Sepanjang 2021, BTN membukukan laba bersih yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 2,37 triliun.
Capaian laba tersebut melonjak 48,3% dibandingkan tahun sebelumnya,
yang hanya Rp 1,6 triliun. (diah).
