Jakarta, hariandialog.co.id.- — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya
Yudhi Sadewa memastikan pemerintah telah menyiapkan dana untuk
mendukung penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Purbaya mengatakan pemerintah memiliki dana siaga yang
dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penanganan bencana sesuai
kondisi di lapangan. “Jadi memang dana on call untuk setiap penanganan
bencana sudah stand by,” kata Purbaya dalam Rapat Satuan Tugas
Penanggulangan Pasca Bencana (Satgas Galapana) DPR RI yang membahas
penanganan gempa NTT, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, pemerintah pada tahap awal menggunakan anggaran
yang telah tersedia pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Saat ini, dana tersebut disebut masih sekitar Rp5 triliun. “Untuk
pertama kan biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita
siapkan. Masih ada tuh Rp5 triliun kalau nggak salah ya. Mungkin
sebagian terpakai tapi masih cukup,” ujarnya.
Dia menegaskan Kementerian Keuangan siap menambah dukungan
anggaran apabila dana yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan
penanganan bencana. “Kalau untuk bencana kan nanti dari BNPB dulu,
nanti kalau kurang baru kita rekonstruksi. Jadi nggak ada masalah tuh.
Kalau untuk bencana ada cadangan khusus,” kata Purbaya.
Purbaya mengatakan dukungan pembiayaan akan disesuaikan
dengan tahapan penanganan bencana, mulai dari respons kedaruratan
hingga proses rekonstruksi dan pemulihan.
Diketahui, gempa M7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) dan
menghancurkan pelbagai macam bangunan beserta infrastruktur di sana.
Jumlah korban tewas sendiri mencapai 50 orang lebih dan ribuan warga
kini mengungsi di tempat penampungan sementara, tulis cnni. (diah-01)
