Jakarta, hariandialog.co.id.— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan anggaran Rp600 miliar hingga 2027 untuk bantuan benih jagung bagi peternak ayam. Bantuan terdiri dari Rp300 miliar pada tahun ini dan Rp300 miliar pada 2027.
Program ini menjadi salah satu bagian dari usaha Kementerian Pertanian (Kementan) membangun sistem terintegrasi dari hulu ke hilir untuk memenuhi kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Amran juga menyatakan pemerintah telah menargetkan produksi jagung mencapai 2,1 juta ton dari penanaman di lahan seluas 300 ribu hektare. Target tersebut lebih tinggi dari kebutuhan jagung peternak yang diperkirakan mencapai 1,8 juta ton per tahun. “Kebutuhannya satu tahun, yaitu 1,8 juta ton. Untuk 1,8 juta ton, kita tanamkan jagung yang lebih, yaitu 300 ribu hektare. Dikali 7 ton, itu sama dengan 2,1 juta ton produksinya,” ujar Amran usai Konferensi Pers Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan Bagi Peternak Layer di Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Ia juga menjelaskan bantuan benih akan diberikan secara gratis melalui kelompok tani yang bekerja sama dengan peternak dalam satu koperasi. Kelompok tersebut akan membina petani jagung sekaligus memastikan hasil panen dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.
Apabila produksi jagung melebihi kebutuhan peternak, Bulog akan berperan sebagai pembeli atau off-taker untuk menyerap kelebihan produksi. “Kalau peternakannya sudah cukup, ada jagung berlebih, ini tidak boleh masuk pihak lain di wilayah ini, 300 ribu hektare. Kalau berlebih, Bulog menjadi off-taker,” kata Amran.
Pemerintah juga tengah menyiapkan dukungan sarana pertanian untuk menunjang program tersebut. Bantuan yang disebutkan Amran meliputi 100 unit traktor, 100 unit pompa air, serta pemanfaatan mesin pengering atau dryer milik Kementan.
Amran juga berharap skema tersebut dapat menjamin pasokan jagung untuk pakan sekaligus memberikan kepastian penyerapan hasil panen petani. Dengan demikian, peternak diharapkan memperoleh bahan baku pakan yang lebih terjamin, sementara petani jagung memiliki kepastian pasar, tulis cnni. (qiqi-01)
