Karawang, hariandialog.co.id.- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo
menyebut Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi beserta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Satuan Kerja (Satker) lalai.
Untuk itu, Menteri PU tersebut menginstruksikan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw untuk mencopot Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi beserta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Satuan Kerja (Satker)
Pernyataan pencopotan Kepala BBWS Citarum itu saat adanya temuan sawah mengering di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, selama tiga bulan terakhir, membongkar kelalaian tata kelola irigasi di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum disebut
Menteri PU menyampaikan saat meninjau langsung kondisi jaringan irigasi dan lahan pertanian yang mengalami kekeringan di wilayah Kabupaten Karawang, Sabtu (26/9/2026). Sawah kering, petani beli pompa sendiri
Dalam inspeksi lapangan, Menteri PU mendapati saluran hidrasi dan jaringan irigasi yang tertutup tanah akibat ketiadaan pemeliharaan dan operasi rutin oleh pihak balai. Akibatnya, pasokan air ke areal pesawahan terhenti total hingga menyebabkan kekeringan meluas.
Di beberapa titik yang masih memiliki pasokan air terbatas, para petani terpaksa merogoh kocek pribadi untuk membeli mesin pompa dan selang agar air bisa sampai ke sawah mereka “Petani yang sawahnya masih on itu keadaannya harus beli pompa dan selang sendiri. Kita tidak boleh begitu. Sebagai negara, kita wajib ada di depan petani,” tegas Dody saat memberikan pengarahan kepada Dirjen SDA melalui sambungan telepon seluler di lokasi peninjauan.
Ia juga menyoroti nihilnya kepedulian serta upaya dari jajaran pengelola irigasi setempat dalam menangani sumbatan air. “Tidak ada effort sama sekali. Mau jadi apa kalau dibiarkan? Ini bukan cuma soal sawah kering, tapi soal kehadiran negara untuk petani,” cetusnya.
Menurut Dody, pembiaran masalah irigasi hanya akan memicu krisis yang lebih luas dan merugikan publik. “Jangan kasih saya laporan yang bersifat Pemberi Harapan Hampa (PHP). Kita ini pembantu umum, tidak biasa PHP-PHP. Sekarang zaman medsos, masalah di lapangan langsung terlihat terang-benderang,” tambahnya., tulis Kompas. (lumsim-01)
