
sudah retak-retak
Tabanan, hariandialog.co.id.- Ratusan hectare tananaman padi
di Kabupaten Tabanan, Bali, was-was gagal panen. Pasalnya, lahan
pertanian yang baru beberapa waktu ditanami padi sudah retak-retak
akibat panjangnya kemarau.
Made, salah seorang petani yang ditemui di seputuran Tanahlot,
Kabupaten Tabanan, tepatnya disamping rumah makan Bebek Sari Uma,
merasa resah dengan tidak adanya turun hujan untuk mengairi lahan
pertanian. “Kalau terus begini kondisi udara panasnya, sudah dapat
dipastikan gagal panen. Bagaimanapun canggihnya pupuk tanaman padi
tetap tidak ada artinya,” jelas Made.
Menurut Made, pihaknya tidak perlu memberi pupuk lagi. “Coba lihat
Pak, lahan ini sudah retak-retak tanahnya. Bahkan, padi sudah mulai
kalah tingginya dengan rumput. Dan sudah sedemikian bila musim kemarau
Panjang, lebih cepat rumput tumbuhnya. Jadi untuk mencabut rumputput
bila musim kering sangat susah,” kata Made.
Ia juga menyatakan harus pinjam uang melalui koperasi karena panen
kegegalan sudah di depan mata. “Untuk menyambung hidup, kita harus
pinjam ke Koperasi. Sebab, kalau pinjam ke keluarga juga percuma
karena semua keluarga petani baik di Kabupaten Tabanan, Badung juga di
Klungkung. Kan anak anak mau sekolah jadi kebutuhan harus pinjam uang
dan paling cepat dan mudah yah koperasi walau bunganya tinggi,” terang
Made yang tetap sembayang dengan doa segera turun hujan. (tob)
