Pandegelang, hariandialog.co.id.- – Memasuki musim kemarau, 9 Desa di
tiga kecamatan di Kabupaten Pandeglang mulai kesulitan air bersih
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Desa-desa tersebut sudah
mengajukan permohonan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan
Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang.
Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBDPK Pandeglang, Lilis
Sulistiati mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim reaksi cepat ke
lapangan untuk memantau desa mana saja yang sudah mulai mengalami
kesulitan air bersih.
Dari 7 kecamatan yang dijadikan sampel kekeringan, 3 kecamatan
diantaranya terpantau sudah mengalami kekeringan. Hal ini dibuktikan
dengan adanya surat permohonan bantuan air bersih ke BPBDPK
Pandeglang.“Kami sudah menurunkan tim reaksi cepat ke lapangan untuk
melakukan pengambilan sampel, yang kami ambil sampel baru 7 kecamatan
diantaranya Kecamatan Cikeusik, Sukaresmi, Banjar, Patia, Pagelaran,
Cadasari dan Kecamatan Picung. Itu sudah ada 3 surat masuk dari
Kecamatan Sindangresmi, Cadasari dan Kecamatan Angsana,” kata Lilis,
Selasa, 14 Juli 2026
Lilis membeberkan, 9 desa yang sudah mengalami kekeringan dan
membutuhkan bantuan air bersih diantaranya di Kecamatan Sindangresmi
yakni Desa Pasir Lancar, Sindangresmi, Campaka Warna, Pasir Loa, Kadu
Malati, Pasir Durung dan Desa Bojong Manik. Kecamatan Angsana berada
di Desa Cipinang dan di Cadasari berada di Desa Kaduela. “Yang sudah
kami distribusikan di Sindangresmi kemarin itu Desa Pasir Lancar dan
Desa Bojong Manik. Hari ini ke Desa Campaka Warna dan Desa Kadu
Malati. Kalau di Sindangresmi yang paling urgen itu berada di Desa
Pasir Lancar,” ucapnya.
Lilis mengaku ada beberapa kendala di BPBDPK Pandeglang dalam
hal pendistribusian air bersih salah satunya mobil tangki pengangkut
air. Ia menjelaskan, saat ini BPBDPK hanya memiliki 3 unit mobil
tangki dimana hanya 2 unit yang bisa digunakan untuk mengangkut air
karena 1 unit lagi dipersiapkan untuk mendukung tim pemadam kebakaran,
tulis bantennews. (opik-01)
