
Ubud-Bali-hariandialog.co,id – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Deviratif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Inarno Djayadi mengatakan, Per 7 November 2025, IHSG itu mencatatkan kenaikan sebesar 18,57% year-to-date ke posisi 8.394 dan kapitalisasi pasar sekarang juga sudah mencapai 15.316 triliun.Indeks ini kalau misalnya dihitung secara tahunan maka sepanjang tahun 2025 itu mencetak all time high itu sebesar sebanyak 13 kali.Tanpa disadari mungkin rekord yang luar biasa sekali.
“ Dan untuk yang all time high ini apa yang dicapai dalam 2 bulan terakhir ini mungkin sudah 10 kalian lebih atau 13 kali, jadi sangat-sangat luar biasa dan ini tentunya peran dari media itu sangat kami apresiasi sekali, “ ungkap Inarno Djayadi, saat Media Gathering Jum,at- Sabtu- Minggu /14-16/ 11 -2025 di Ubud, Bali
“Pemerintah mentargetkan dalam RPJMN 2025-2027 itu sampai dengan 2029 itu kapitalisasi pasar Indonesia terhadap PDB ditargetkan sebesar 68% hal ini patut syukur, karena kita Indonesia tidak perlu menunggu 2029 saat ini sudah menyentuh 69,18%, “terang Inarno.
Target RPJMN 2029, Tinggal Menunggu Waktu
Pemerintah dalam RPJMN itu 2029 itu mentargetkan 68%,” Saat ini kita itu sudah mencapai 69,18% artinya target sudah tercapai, namun dalam BEI dalam Roadmap kita itu 2022-2027 ditargetkan 70% tinggal nunggu waktu sedikit lagi,saya butuh support dari wartawan dan pelaku saham sekarang sudah 69,18% mudah-mudahan sebelum akhir tahun itu sudah mencapai 70%, “ harap Inarno..
Lalu ditahun 2026 ini apa yang menjadi concern atau perhatian Pengelola Bursa Efek,Inarno mengatakan, tentunya harus ada pendalaman pasar itu perlu ditingkatkan terus a, “ Yang menjadi perhatian Pertama peningkatan pre-float, yang sudah menjadi kajian sangat serius mudah-mudahan bisa kita terapkan dalam waktu dekat.
“ Saat ini bursa efek Indonesia itu adalah 7,5% di bawah regional tentunya harus diakui ada berbagai tantangan yang perlu untuk tingkatkan.Mungkin target kita memang 25% tetapi tidak mungkin langsung ke 25% karena konsekuensinya itu cukup banyak,“ imbuh Inarno.
Ia menyebut, hal itu bisa dilakukan secara bertahap dinaikkan mungkin dalam waktu dekat ini akan naikkan ke 10%, diupayakan paling tidak untuk yang IPO kedepannya,diharapkan harus minimal itu 10%.
Setelah itu dinaikan 15%, nanti mengarah kepada 25% dan i mungkin ada detailnya juga ada resumer yang membicarakan hal tersebut apa saja konsekuensinya,Kedua adalah pemuatan pengawasan terhadap praktek-praktek perdagangan saham yang berpotensi menimbulkan distorsi harga atau manipulasi pasar.
“Nah itu merupakan target OJK bersama Kementerian Keuangan,Bursa Efek Indonesia, SRO, KP dan KSE membentuk suatu task force lintas lembaga terutama untuk pendalaman pasar juga law enforcement harus tingkatkan “ terang Inarno.
Ketiga, kata Inarno, adalah adalah pendalaman pasar itu meningkatkan posisi supply, posisi demand dan juga infrastruktur yang mesti dsiapkan yang pertama adalah posisi supply itu antara lain mendorong emiten-emiten besar untuk go public,juga memperluas instrumen keuangan berprinsip ESG termasuk optimalisasi bursa karbon kini sudah membuka perdagangan internasional untuk unit karbon.
Dari sisi demand, kata Inarno pihaknya memperluas basis investor termasuk mendorong systematic investment plan atau SIP juga partisipasi dari investor domestik dan investor istilusional mungkin saya juga agak lupa, ini juga merupakan achievement.
Sisi lain,Inarno mengajak semua pihak untuk syukur pertumbuhan dari SID saat ini sudah mencapai 19,1 juta tentunya patut disyukuri.Karena kalau melihat beberapa tahun ke depan masih angka 1 juta sekarang sudah 19,1 juta,sama juga dalam roadmap yang dicantumkan di 2027 itu mencapai 20 juta, sakarang sudah mencapai 19,1, insya Allah mudah-mudahan tahun ini bisa mungkin 20 juta mungkin bisa tercapai tapi slightly lower mungkin pertengahan kuartal 1 2026 sudah mencapai angka 20 juta dari SID.
“ Kita juga berharap angka ini lebih banyak ditujukan kepada investor retail, juga lebih berharap kepada institusional untuk domestic untuk berperan menarik investor retil di daerah ke pasar modal, “ harap Inarno.
OJK menegaskan komitmen OJK untuk terus memperkuat sinergi komunikasi dan juga hubungan baik dengan seluruh insan media serta memberikan inspirasi mendukung ekosistem pasar modal lebih sehat dan inklusif,“Kami percaya informasi yang akurat dan berimbang itu adalah fondasi bagi kepercayaan publik terhadap pasar modal akhir kata saya ucapkan terima kasih atas kehadiran dan hubungan dari media, ‘ tandas Inarno Djayadi. ( NL )
