Denpasar-hariandialog,co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Provinsi Bali, dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi Provinsi Bali meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan Tingkat SMA/MA di Provinsi Bali, Selasa ( 7/10 ) di Kantor OJK Provinsi-Bali.
Peluncuran Modul Ajar Literasi secara hybrid diikuti 196 peserta Kepala Sekolah SMA dan MA serta 196 perwakilan Guru Ekonomi SMA dan MA di seluruh Bali. Hadir pula Koordinator Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Ismiati, Ketua MGMP Ekonomi Provinsi Bali Luh Kadek Sucitasari, dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA se-Provinsi Bali Made Rida.
Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu menjelaskan, Modul Ajar akan membantu meningkatkan literasi keuangan merata bagi seluruh civitas akademik baik berlokasi di perkotaan maupun di daerah wilayah Bali, “ Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi atas tersusunnya Modul Ajar Literasi Keuangan ini,” kata Kristrianti.
Modul Ajar Literasi Keuangan ini, kata Kristrianti diharapkan mewujudkan generasi muda mampu mengelola keuangan dengan bijak tidak hanya bermanfaat bagi pribadi,juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi wujudkan Indonesia Emas, “ Modul Ajar Literasi Keuangan akan diterapkan pada semester dua tahun ajaran 2025/2026 dengan total 16 jam mata pelajaran. Modul dimaksud berisi tentang, “ sebut Kristrianti.
Dalam Modul Ajar Literasi Keuangan ini,ada Enam yakni Tugas dan fungsi OJK dalam mengatur, mengawasi dan melindungi konsumen di sektor jasa keuangan dan masyarakat,Pengenalan tentang industri jasa keuangan termasuk produk dan karakteristiknya,Mekanisme pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan, Waspada kejahatan di sektor jasa keuangan, serta Panduan dalam penggunaan platform www.lmsku.ojk.go.id.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali diwakili Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikpora Provinsi Bali I Putu Agus Indrajaya mengapresiasi langkah OJK upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat khususnya generasi muda.
“Penyusunan Modul Ajar Literasi Keuangan tingkat SMA/MA dimaksud jadi tonggak sejarah baru dunia pendidikan di Provinsi Bali. Modul diharapkan mewujudkan masyarakat terutama generasi muda Provinsi Bali memiliki literasi keuangan baik dengan sebaran merata,” kata I Putu Agus Indrajaya.
Jumlah pelajar di Provinsi Bali mencapai 902.437 orang atau 20,23 persen dari jumlah penduduk Pulau Dewata, sehingga peningkatan literasi keuangan pelajar menjadi salah satu prioritas bersama. Pemahaman keuangan merupakan essential life skill yang harus dipelajari dan dimiliki sejak dini.
Kepala OJK Provinsi Bali juga menyerahkan 1.000 buku tulis untuk pelajar SMA di Bali bagian dari program OJK Peduli. Selain itu keuangan tema Investasi di Pasar Modal oleh Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Bali I Gusti Agus Andiyasa,serta Literasi Keuangan Pinjaman Daring oleh Wakabid Pelindungan Konsumen Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) Achmad Indrawan. ( NL )
