
Majalengka,hariandialog,co.id-Beberapa orang tua siswa SMPN 3 Kadipaten Kabupaten Majalengka mengeluhkan adanya Darmawisata atau yang di kemas dalam studi tour oleh sekolah tersebut,Pasalnya dengan adanya kegiatan tersebut dianggap memberatkan orang tua siswa apalagi nominal yang di pungut pihak sekolah sangat pantastis mencapai rp.900 ribu rupiah setiap siswanya
Bagi yang orang tua yang mampu mungkin tidak masalah dan tidak keberatan,akan tetapi sebaliknya bagi orang tua siswa yang kurang mampu dan ekonominya lemah dianggap memberatkan sekali.
Beberapa orang tua siswa mengeluhkan kepada wartawan
“Bagi yang kurang mampu seperti kami ini dirasa cukup memberatkan Rp.900 ribu terpaksa harus Puntang panting pinjam kepada saudara dari pada anak tidak ikut ke Yogyakarta belum.lagi
Buat jajanya selama ada di perjalanan dan di Yogyakarta harus di berikan,”aku sumber berita yang minta namanya di rahasiahkan.
Apalagi aktivitas setiap harinya hanya mengandalkan bekerja serabutan kadang ada yang menyuruh kadang tidak ada”,jika tidak ada terpaksa nganggur tidak dapat penghasilan setiap harinya.”ujarnya
Hal yang sama di katakan orang tua
siswa mengaku keberatan adanya Darmawisata oleh puhak SMPN 3 Kadipaten walaupun sipatnya bukan keharusan tapi sepertinya harus ikut study tour ke Yogyakarta berhubung yang lainya ikut,” jadi anak kami juga terpaksa ikut berangkat,kalau tidak ikut berangkat di berikan tugas oleh sekolah”,ya terpaksa ikut karena anaknya ingin ikut,kalau tidak ikut malu sama yang lainya.”kata orang heuleut menyampaikan.keluh kesahnya.
Menurut orang tua siswa lainya mengatakan, seharus adanya wisata keluar daerah provinsi harus segera di akhiri oleh Kadisdik Majalengka karena dianggap memberatkan orang tua siswa,apalagi saat ini musim penghujan rawan dengan kecelakaan”,selain biayanya cukup mahal rp.900 ribu apalagi tidak masuk pada kurikulum SMP wajib jenjang SMP.”ungkapnya sambil tersenyum.
Sementara itu Plt Kepala SMPN.3 Kadipaten H.Iman Syahidin.SP.d,-MP.d,saat di hubungi wartawan tidak ada di tempat, menurut dua orang guru”,pak Plit Kepala Sekolah sedang ke Yogyakarta menemani para siswa SMPN Panyingkiran yang sedang berangkat study tour..”katanya Sabtu (25/1).
Saat di tanya berangkatnya dan siapa panitia studi?, menjawab, nanti tanggal 30 Januari 2025,disinih tidak ada panitia dari pihak sekolah,” silahkan hubungi petugas dari pihak travel study tour sekarang ada lagi memberikan pengarahan kepada para siswa yang akan berangkat ke Yogyakarta nanti.”ujarnya.(Ayub)
