
Denpasar- hariandialog,co.id – Sementara itu, lanjut Parijiman pasar modal menunjukkan pertumbuhan investor cukup kuat karena tumbuh 34, 42% lebih tinggi dibandingkan Juli 2025 20, 21% nah total SID mencapai lebih dari 433. 000 jadi 433 509 ini juga tentunya sejalan upaya OJK Bali lakukan meningkatkan jumlah SID di provinsi Bali.
“ Berdasarkan instrumennya peningkatan terbesar itu terjadi di Reksadana tumbuh 34, 58% ini sebelumnya 20, 22% nah kemudian kalau di lihat aktivitas transaksi sahamnya secara Year to year melambat dari 65, 27% menjadi 46, 94%. Kalau dari kepemilikan saham ini tumbuh 30, 43% menjadi lebih tinggi ya 35, 95% Jadi kalau dilihat kepemilikannya naik tapi ditransaksi turun, “ jelas Parjiman
Hal ini lanjut dia,bisa Diartikan,investor di pasar modal cenderung tidak aktif sahamnya tidak diperdagangkan mungkin ini juga potensi melihat perkembangan selanjutnya kepemilikannya itu tetap lebih tinggi.Kemudian setelah pasar modal masuk ke PPDB dan PPlR apa Perasuransian Penjaminan dan Dana Pensiun,kalau dilihat di PPDB dan PPIR secara umum menunjukkan pertumbuhan positif gambaran.
Untuk Perusahaan Pembiayaan total pembiayaan mencapai 11, 96 triliun data Juni karena pembiayaan Juni 2026 dengan pertumbuhan 1, 66% melambat dibandingkan periode sama tahun 2025 perlambatan tersebut dipengaruhi penurunan pembiayaan pada APBN sektor besar perdagangan besar dan eceran serta deklarasi dan perawatan.
Jika di lihat kualitas mpf-nya meningkat jadi 1, 95 kalau dilihat resolusi nya 5% jadi masih di bawah.Untuk back up ada yang nanya ke supir atau hindar Juli ini mencapai 2, 31 triliun pertumbuhannya bertukar dulu tinggi yang ini masih double dikit 729, 61%, ini cenderung melandai
“ Nah untuk kualitas atau kalau di peer to peer itu kan twb 90 masih terkendali di bawah 5 yaitu di 3, 22% nah kemudian untuk modal ventura tumbuh juga tinggi double digit di 34, 10% dengan trend meningkat sejak triwulan 2 2025 dengan tingkat NPK relatif stabil cukup rendah hanya sekitar satu persen Nah Untuk penjaminan perusahaan penjaminan mencapai 9, 44 triliun pertumbuhan cenderung melandai dengna rasio dari penjaminan produktif terus mengalami peningkatan di Juli mencapai 56%, untuk dana pensiun baik dari sisi aset maupun investasi masih menunjukkan kinerja pos positif meskipun pertumbuhan melandai.
Literasi & Inklusi 2026,OJK Bali Perluas Jangkauan ke Masyarakat Pedesaan
OJK sendiri sudah melakukan survei literasi dan inklusi keuangan 2026 bekerja sama dengan TPS dan juga LPS, hasilnya cukup bagus untuk indeks literasi keuangan di Bali itu mencapai 78, 77 ini nomor 3 dari se Provinsi di Indonesia yakni 38 Provinsi. Kalau enggak salah ya Jadi kita mengerti tiga setelah Jakarta dan Kalimantan Selatan.
Ia menjelaskan, Jakarta wajar sedangkan Kalimantan Selatan hebat bisa di atas Bali nanti saling coba tapi teman media paham Produk jasa keuangan itu sudah mencapai 96, 24% kebetulan Bali peringkat ke 6 nasional sudah bagus Apa yang sudah lakukan capaian injeksi dan inklusi keuangan tidak terlepas dari upaya edukasi dan melindungi keuangan secara konsisten dilakukan bersama mendorong peningkatan finansial wearby masyarakat OJK terus memperluas jangkauan literasi edukasi dan inklusi keuangan agar menjangkau lapisan masyarakat pedesaan dan di perkotaan terjangkau untuk tahun 2026 Tercatat sampai bulan Agustus sudah melaksanakan 11. 000 420 kegiatan edukasi menjangkau lebih dari 7, 5 ribu peserta.
Kegiatan laksanakan melalui beberapa program ada program nasional yaitu gencatan kemudian gerak Syariah xdan si Molek Mobil Pak hadiah berkolaborasi terus dikembangkan dengan perguruan tinggi, program KKN literasi dan intrusi keuangan tahun ini bekerja sama dengan 4 perguruan tinggi di Bali yaitu Universitas Udayana , Warmadewa, jadi ada 4 lembaga pendidikan masuk ke 50 desa di 9 kabupaten dan kota 8 Kabupaten 1 Kota melibatkan hampir 700 mahasiswa dengan 58. 000 peserta
OJK menyasar masyarakat umum memperluas literasi keuangan usia sekolah salah satunya melalui inisiasi modul ajar literasi keuangan tingkat SMA atau Madrasah Aliyah disusun hingga modul Ajar meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai literasi keuangan juga layanan keuangan digital serta Perlindungan Konsumen, juga kerjasama dengan dinas mengerucut ke MP musyawarah guru mata pelajaran MGP modul mengenal sektor jasa keuangan itu diapresiasi.( NL )
