
Denpasar- hariandialog.co.id – Kepala Otoritas Jasa Keuangan Prov.Bali,Parjiman menjelaskan,Industri perbankan di Provinsi Bali masih tumbuh positif 7, 91 dan 10, 03 3% Triwulan I ini lokasi proyek memang lebih tinggi daripada di luar Bali karena banyak ternyata Bank di luar Bali itu memberikan pembiayaan atau kredit kepada proyek-proyek ada di Bali ,kemudian Proses Surat kredit dibaca di kantor Pusat utuk proyek pembangunan di Bali itu mencaksup 31% dari total lokasi di Bali tumbuh itu 6, 91% year on year.
“ Kalau kita lihat di DPK tingkat pertumbuhan dari 9, 42% menjadi hanya 4, 83% Ironis terutama diakibatkan perambatan dari pertumbuhan deposito Jadi sebetulnya masih tumbuh tapi tumbuhnya itu melandai menurun yang agak signifikan itu di deposito dari 10% hanya menjadi 0, 38% dan tabungan dari 10, 23% menjadi 4, 48 tapi ini terjadi pada mayoritas di Himbara juga bank umum serta nasional, “ ungkap Kepala OJK Prov. Bali Parjiman., saat Ngorte ( Ngobrol Bersama Update Berita With Media ) Selasa ( 15/9 ) di Kantor Otoritas Jasa Keuangan Prov.Bali.
Parjiman menyebut, Misalnya Bali beberapa waktu lalu Bali tercepat sejalan dengan turunnya baik DPK maupun kredit ini fungsi intermediasi menunjukkan trend yang justru meningkat dari 57, 31% menjadi 59 di posisi murid 2026, “ Kalau dilihat dari Dana Pihak Ketiga (DPK) malah terjadi perlambatan Pertumbuhan dari 9,42 % menjadi 4,83 % (YoY ) “: jelas Parjiman didampingi Kepala Direktorat Pengagwasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi Perlidungan Konsumen dan Layanan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK , Irhamsah, dan Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Prov. Bali, Adityo Pamudji
Patjiman menyebut, penurunan kredit lebih kecil daripada penurunan DPK sehingga lDR-ya meningkat.Untuk perbankan yang bergantung Pusat di Bali maksudnya BPD dan BPR ini lDR lebih tinggi dibandingkan dengan seluruh perbankan Sementara Bank Swasta Nasional yaitu di 7375, 38 kalau lihat NPL bulan Juli itu di level terjaga di bawah 5% ini kecenderungan membaik atau menurun.Kemudian lihat kredit berdasarkan jenis penggunaannya investasi masih mendominasi kredit di perbankan Bali itu porsinya 37, 01% tumbuh signifikan dari sebelumnya 13, 61% menjadi 23, 25%, hampir ada pertumbuhan didorong sektor akmamin akomodasi dan makan minum.
Kemudian kredit modal kerja justru Ini sejalan dengan nasional tetap kontraksi ya -2, 67%,terutama akibat penurunan penurunan pada sektor perdagangan kemudian tercermin juga dari perkembangan 5 sektor di Bali, pada sektor akmamin pertanian dan jasa kemasyarakatan atau pencatatan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan di Juli tahun sebelumnya kemudian sisi lain kredit perdagangan dan bukan lapangan usaha yakni konsumtif cenderung melemah hall ini mengindikasikan mulai terjadi perubahan porsi kredit ke sektor Il lebih produktif kemudian Pertma dilihat kredit UMKM menunjukkan,kredit UMKM di Bali itu mencapai 50, 47% dari total trading di Bali posisi Juli 2026 tumbuh 6, 41 lebih tinggi, “ Parjiman.
“Kita jika kita bandingkan dengan posisi tahun 2025 itu sebesar 3, 15 nah kemudian kalau berdasarkan skemanya ada mikro ada kecil ada apa menengah itu terbesar memang untuk kredit usaha mikro 4178 ya 78% kemudian usaha kecil 38, 60% dan untuk usaha menengah itu 19, 62% nah kemudian kita lihat perkembangan di pasar modal, “ jelas Parjiman. ( NL )
