Majalengka, hariandialog,co.id– Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka provinsi jawa barat telah menganggarkan untuk bantuan dana olokasi khusus ( DAK) guna meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Majalengka serta menjadikan pendidikan yang berkualitas
Bahkan Dinas pendidikan Kabupaten Majalengka terus berupaya menyediakan sarana dan prasarana belajar yang memadai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) kegiatan fisik tahun 2023 untuk berbagai peningkatan pembangunan sarana prasara SMPN, baik pemagaran, Ruang Kelas, Ruang Laboratorium, Perpustakaan, Ruang Kepala Sekolah, ruangTata Usaha, dan perbaikan mck termasuk sanitasinya.
Anggaran yang dikucurkan.oleh pemerintah Kabupaten Majalengka Kepada Dinas Pendidikan melalui DAK fisik sebesar Rp. 18 miliar yang disalurkan kepada 13 SMP tersebar di Kabupaten Majalengka yakni SMPN 2 Jatiwangi, SMPN 1 Leuwimunding, SMPN 1 dan 2 Dawuan, SMPN 1 Kasokandel, SMPN 1 dan 2 Kertajati, SMPN 1 Majalengka, SMPN 1 Malausma, SMPN 2 Sumberjaya, SMPN 3 Ligung, SMPN 4 Jatiwangi serta SMPN 7 Majalengka.
Dalam pelangksanaan-nya untuk program DAK seharusnya dilaksanakan secara sewa kelola melalui kelompok masyarakat (Pokmas) yang dibentuk oleh sekolah dengan melibatkan komite sekolah dan masyarakat guna memudahkan dalam pengawasann kegiatan, akan tetapi sebaliknya menurut informasi yang di dapat dari berbagai lingkungan sekolah di diduga di borongkan kepada pihak ketiga termasuk.
Jika hal itu benar sangat bertentangan dengan juklak juknis yang telah di tentukan oleh pemerintah Kabupaten Majalengka dalam hal ini Dinas Pendidikandan ini sangat di sayangkan bahkan di duga ada pembiaran dari Dinas Pendidikan Kabuapateb Majalengka padahal menurut informas Dinas pendidikan kabupaten majalengka sudah tahu adanya kegiatan.pembangunan Sekolah yang seharusnya di laksanakan oleh pokmas ini di borongkan kepada pihak ketiga.kata beberapa sumber masyarakat yang tidak mau di korankan namanya.
Pembangunan yang dilaksanakan dengan cara swakelola yang di kemas dalam kelompok masyarakat (pokmas) seharusnya kelompok dan masyarakat yang melaksanaka ini hanya jadi penonton saja berdiam di ruang yang telah di tentukan untuk diskusi para pokmas dan tak bisa berbuat banyak.kata beberapa sumbee lagi yang tidak mau di sebutkan namanya di koran kepada Dialog.
Ketua MKKS SMPN juga merangkap sebagai kordinator SMPN yang mendapatkan kagiatan proyek DAK Dadan Dana Permana saat di hubungi Dialog melalui saluran telponya mengatakan, saya bukan ketua MKKS lagi berhubung telah habis masa jabatanya,sekarang hanya kordinator SMPN yang mendapt bantuan DAK fisik guna memudahkan.komunikasi dengan para kepala SMPN.
Bahkan Kepala SMPN 1 Kertajati ini mengaku lagi mendapat musibah di Sukaraja”maaf saya lagi mendapatkan musibah di sukaraja kesenggol motor kendaraanya Alhamdulillah selamat namun kendaraan roda dua rusak sedang sehingga harus di perbIki dan bawa ke bengkel.”aku Dadan Dana Permana saat di hubungi Dialog melalui saluran telponya minggu lalu.
Menurut Dadan, proyek rehabilitasi sekolah yang di biayai DAK sekarang masih dalam tahap pengerjaan oleh pokmas belum beres semoga berjalan dengan sukses dan lancar,namun terkait dalam pelaksanaa yang di duga di borongkan kepada pihak ke tiga Dadan tidak memberikan komentar banyak,hanya mengatakan” nanti saja bertemu di sekolah biar jelas sambil ngobrol dan nanti di kabari begitu saja dulu ya..mohon maaf saya lagi dapat musibah”ujar Dadan mengahiri pembicaraan dengan Dialog.
Semwntara Kadisdik kabupaten majalengka Dr.Hj.Lilis Yuliasih.MPd saat di hubungi melalu pesan singkatnya mengatakan,silahkan langsung ke ke kepala sekolahnya atau di telpon kabid SMP-nya dan di telpon lagi kepala SMP-nya takut sudah ganti no hp-nya.aku kadisdik majalengka sapaan akra bunda.
“Maaf bunda lagi kurang sehat badan lebih baik hubungi lagi kepala sekolahny.”ujar bunda kepada Dialog.(Ayub)
